BUMN Malaysia Ini Berminat Bangun Tol Cileunyi-Solo

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jalan Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

BUMN Malaysia, UEM Group Berhard berencana akan kembali membangun proyek jalan tol di Indonesia. Kali ini yang mereka lirik adalah proyek jalan tol Cileunyi-Tasikmalaya-Cilacap-Yogyakarta-Solo sepanjang 396 km.

Sebelumnya, UEM Group Berhard telah sukses membangun tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116,8 km. Investasi pembangunan jalan tol dilakukan UEM Group Berhard sebagai salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan portofolio bisnisnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan UEM Group Berhard telah mengajukan proposal. Pihak BPJT masih mengkaji dan akan menentukan ruas mana yang akan digarap oleh UEM Group Berhard melalui proses lelang. Namun UEM Group Berhard menyatakan ketertarikan untuk menggarap ruas tol Cileunyi-Solo.

Potret Jalan Tol Akses Tanjung Priok. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Potret Jalan Tol Akses Tanjung Priok. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

"Sudah memasukan proposal Cileunyi sampai Cilacap dan Cilacap-Solo, memang proposalnya masih ada beberapa catatan sehingga butuh konfirmasi," ujar Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna saat ditemui di Kantornya, Jumat malam (12/5).

Herry menyatakan BPJT masih mengkaji izin prakarsa tol tersebut dan telah menilai kemampuan keuangan calon investor dan kelayakan proyeknya. Rencananya dalam waktu dekat, UEM Group Berhard akan diundang kembali untuk pembicaraan lebih lanjut mengenai proyek tersebut.

"Minggu depan saya minta untuk diundang untuk konfirmasi yang tadi prakarasa sepanjang mungkin (ditawarkan)," ujarnya.

Setelah studi kelayakan selesai dilakukan, langkah yang akan ditempuh selanjutnya adalah mempersiapkan dokumen untuk lelang investor. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi proyek yang mangkrak akibat kurang ketatnya pengawasan terhadap investor maupun kontraktor.

"Tapi parameter ini masih dievaluasi," imbuh Herry.