Buntut Insiden Halloween Itaewon, Warga Korsel Dihantui Trauma
·waktu baca 2 menit

Profesor psikiatri Rumah Sakit Universitas Ulsan Jun Jin-young mengingatkan risiko alami trauma atas tragedi halloween Itaewon yang menewaskan 156 orang pada Sabtu (29/10) lalu.
Tak hanya para penyintas, trauma juga dapat dirasakan oleh mereka yang tidak berada di lokasi kejadian. Alasan rentannya masyarakat mengalami trauma atas kejadian halloween Itaewon tersebut berkorelasi dengan cepat menyebarnya rekaman gambar dan video dari kejadian tersebut.
"Ini menyebar sangat cepat melalui media berita dan media sosial, membuat orang-orang terpengaruh secara langsung dan tidak langsung, dan bahkan mereka yang tidak terpengaruh mungkin merasa tertekan dan frustasi, cukup banyak menimbulkan rasa takut di seluruh masyarakat," kata Jun dikutip dari Reuters pada Rabu (2/11).
Beragam rekaman yang menunjukan kondisi distrik Itaewon sebelum dan sesudah tragedi termasuk resusitasi jantung paru (RJP) kepada korban menyebar luas.
Dengan cepat, rekaman itu menjadi viral di media sosial. Media arus utama pun terus menayangkan gambar yang mengganggu tersebut tanpa memperkirakan dampak psikologis pada masyarakat.
Selain trauma, Jun melihat kecenderungan masyarakat Korea Selatan saat ini yaitu mencari pihak yang perlu disalahkan atas kejadian tersebut. Selain kepolisian serta pemerintah, tak jarang masyarakat juga menyalahkan korban atau penyintas.
“Yang membuat sulit bagi sebagian orang adalah tidak ada yang bisa disalahkan mengapa orang-orang sampai ke sana. Ketika Anda terus bertanya ‘mengapa’ mereka sampai ke sana, itulah yang dinamakan resep bagi konflik sosial,” sambung Jun.
Untuk itu, Pemerintah Korea Selatan telah mengirimkan sebuah mobil klinik yang dioperasikan National Center for Disaster Trauma ke Itaewon untuk memberikan konseling gratis.
Penulis: Thalitha Yuristiana.
