Buntut Promo Miras Nama Muhammad dan Maria, Holywings Surabaya Tutup Sementara
·waktu baca 2 menit

GP Ansor Surabaya mendesak outlet Holywings yang ada di Surabaya untuk tutup sementara. Hal ini buntut kasus promosi miras gratis oleh Holywings untuk yang bernama Muhammad dan Maria. Promosi ini dinilai meresahkan masyarakat dan menista agama.
Ketua GP Ansor-Banser Surabaya H.M Faridz Afif mengatakan, pihaknya mendesak pihak Holywings untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik.
"Manajemen harus menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Surabaya melalui media elektronik dan sebagainya karena membuat kegaduhan dan keresahan di kota Surabaya ini," ujar Ketua GP Ansor-Banser Surabaya H.M Faridz Afif kepada wartawan, Sabtu (25/6).
Selain meminta maaf kepada publik, GP Ansor-Banser Surabaya juga menuntut manajemen Holywings Surabaya untuk menutup sementara cabang outlet yang ada di Surabaya.
Apabila pihak Holywings Surabaya tidak menuruti tuntutan yang dilayangkan, Faridz menyatakan akan bersurat ke Wali Kota Surabaya untuk mencabut izin operasional Holywings di Surabaya.
"Jika nantinya tidak ditutup sementara maka Ansor-Banser berkirim surat kepada Wali Kota Surabaya untuk mencabut izin Holywings di kota Surabaya," katanya.
Desakan itu disampaikan oleh GP Ansor dan Banser dalam forum mediasi bersama pihak Holywings di Polrestabes Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, manajemen Holywings Surabaya menyanggupi tuntutan yang dilayangkan oleh GP Ansor Surabaya.
Perwakilan Manajemen Holywings Surabaya Taufik Rahmat mengatakan mulai Minggu (26/6), outlet Holywings yang ada di Surabaya akan ditutup sementara.
Pihak manajemen akan menutup Holywings Surabaya dengan waktu yang belum ditentukan hingga kondisinya sudah kondusif dan tidak terjadi keresahan di masyarakat khususnya Surabaya.
"Teruntuk mulai besok kita tidak beroperasi itu akan kita sampaikan kepada manajemen dan terpenuhi sepenuhnya, sampai mungkin keadaannya kondusif," ucap Taufik.
Terkait promosi tersebut, manajemen Holywings sudah menyampaikan permintaan maaf. Mereka berdalih promosi tersebut di luar persetujuan manajemen. Mereka menegaskan tidak ada unsur kesengajaan untuk mengaitkan unsur agama dalam promosi mereka.
