Buntut Serangan Israel, 8 dari 24 RS di Gaza Berhenti Total

24 Oktober 2023 15:26 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kondisi kehancura usai serangan yang menghantam Rumah Sakit Ahli Arabdi Kota Gaza, Rabu (18/10/2023).  Foto: MAHMUD HAMS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi kehancura usai serangan yang menghantam Rumah Sakit Ahli Arabdi Kota Gaza, Rabu (18/10/2023). Foto: MAHMUD HAMS / AFP
ADVERTISEMENT
Sejumlah rumah sakit di Gaza berhenti beroperasi. Peristiwa ini terjadi dua pekan setelah serangan Israel ke Gaza.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan Direktur Jenderal Rumah Sakit di Gaza, Mohammed Zakkout, total rumah sakit tak beroperasi karena serangan Israel mencapai delapan. Total ada 24 RS di Gaza.
"Masalahnya Israel tidak membeda-bedakan, warga sipil di mana-mana terbunuh. Jika RS al-Shifa berhenti total ini berarti kematian massal lebih 1000 orang. Ada orang gagal ginjal butuh dirawat segera," kata Zakkout seperti dikutip dari Middle East Eye.
"Masih belum ada listrik dan air di seluruh Gaza, setiap air yang tersedia kotor dan beracun," sambung dia.
Israel telah memberlakukan blokade penuh di Gaza. Mereka memutus listrik, air dan melarang BBM masuk ke Gaza.
Kondisi diperparah dengan rangkaian serangan Israel menyasar fasilitas sipil termasuk rumah sakit.
Pada pekan lalu serangan menyebabkan RS Al-Ahli hancur. Serangan itu menyebabkan setidaknya 500 orang tewas.
ADVERTISEMENT
Israel diduga kuat sebagai pelaku serangan terhadap RS yang dikelola gereja itu. Tuduhan itu dibantah Israel dan balik menuduh milisi radikal di Gaza yang menghancurkan rumah sakit itu.