Buntut Viral Dishub Medan Cekcok Pengendara Mobil di Medan, Bobby Minta Maaf

31 Agustus 2021 17:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Bobby saat meninjau Kapal KM Bukit Raya. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bobby saat meninjau Kapal KM Bukit Raya. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Wali Kota Medan Bobby Nasution angkat bicara soal petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang cekcok dengan pengendara mobil. Mereka cekcok karena barcode parkir.
ADVERTISEMENT
Bobby meminta maaf apabila pelayanan anggotanya tidak berkenan di masyarakat.
“Saya mewakili Pemkot Medan minta maaf, kalau memang pelayanan kami ke masyarakat ada yang kurang atau perlakuan cara meminta petugas kami di lapangan, ada yang kurang berkenan,”ujar Bobby di rumah Dinas Gubernur Sumut, Selasa (31/8).
Menurut Bobby keributan terjadi karena mis komunikasi. Pengendara mobil tidak mengetahui kalau pembayaran parkir di Kawasan Kesawan menggunakan sistem online atau tidak dibayar tunai lagi.
“Saya lihat kemarin kemarin yang bersangkutan menggunakan uang cash. Petugas kita hanya meminta pembayaran gunakan cashless, untuk scan barcode. Biasalah di lapangan. Tapi kami minta maaf, jangan diperpanjang lagi,”tutur Bobby
Atas kejadian ini, Bobby berharap semua pihak bisa memetik hikmahnya. Bahkan bila perlu membantu Pemkot Medan mensosialisasikan kebijakan bayar parkir non tunai di Kesawan City.
ADVERTISEMENT
“Kita sampaikan di situ, setahu saya yang viral kemarin itu selebgram. Followersnya banyak. Ayok kita ajak pengikutnya itu, edukasi juga. Kita ubah cara pembayaran kita tidak cash lagi, tapi cashless,”harap Bobby.
Sebelumnya diberitakan, seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan cekcok dengan pengendara mobil karena barcode parkir. Peristiwa itu sempat terekam dalam video hingga akhirnya viral.
Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis, membenarkan keributan yang terjadi antara petugas dan pengendara itu. Ia mengatakan hal itu bermula saat petugas meminta pengendara untuk scan barcode parkir.
“Pertama diketok pakai jari, karena si (pengendara) telanjur mengegas duluan, mau jalan. Diketoklah pakai jari. (tapi) Tetap jalan, karena uda jalan lah dapat dia kaca belakang lah, diketok,” ujar Iswar kepada wartawan, Senin (30/8).
ADVERTISEMENT