kumparan
14 Januari 2020 19:37

Bupati Berterima Kasih ke Keraton Agung Sejagat: Angkat Nama Purworejo

Bupati Purworejo Agus Bastian
Bupati Purworejo Agus Bastian (tengah). Foto: Dok. Pemkab Purworejo
Bupati Purworejo Agus Bastian mengucapkan terima kasih kepada inisiator Keraton Agung Sejagat. Ucapan terima kasih itu disampaikan Agus karena keberadaan keraton secara tidak langsung mengangkat nama Purworejo.
ADVERTISEMENT
"Saya malah justru berterima kasih sama apa namanya, sama itu Pak Totok atau sinuhun Raja Keraton Sejagat itu," kata Agus, saat dihubungi kumparan, Selasa (14/1).
"Dengan adanya dia (Totok), maka Kabupaten Purworejo jadi terangkat, dikenal seantero Nusantara," lanjut Agus.
Agus yang saat ini masih berada di luar kota, mengaku belum mendapatkan banyak informasi mengenai hasil penyelidikan yang dilakukan jajarannya terhadap kelompok yang sedang viral itu.
"Tim dari Kesbangpol tadi sudah bergerak. Tapi saya belum dapat laporan terbarunya. Kita selidiki dulu lah jangan langsung apriori," kata Agus.
Lebih lanjut, Agus meminta agar masyarakat tidak terlalu serius menanggapi kemunculan Keraton Agung Sejagat itu. Sebab, pihaknya masih menyelidiki.
Suasana Keraton Agung Sejagad
Suasana Keraton Agung Sejagad di Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Dok. Hiya Fadhilatul Ulya
"Jangan serius-seriuslah, itu kan juga bagus karena sampai sekarang saya sudah ditanyai teman-teman dari Papua, Sulawesi dan lainnya tentang kebenaran ini," kata Agus.
ADVERTISEMENT
"Saya bilang sekalian, kalau mau tahu ya datang ke Purworejo ha-ha-ha," seloroh Agus.
Dia menegaskan, pihaknya hingga sekarang terus berupaya mencari tahu kebenaran dan tujuan dari munculnya kelompok tersebut.
Namun, pihaknya tidak menampik bila adanya kehebohan ini justru memberi keuntungan secara tidak langsung bagi Purworejo.
"Kebetulan tahun 2020 (program) kami kan menggalakkan wisata ke Purworejo. Jadi ini secara tidak langsung mendorong upaya kami juga," ujarnya.
Agus menegaskan, pihaknya tidak bisa langsung bertindak karena kemunculan kelompok tersebut juga tidak memberikan ancaman langsung.
Di sisi lain, pihaknya juga masih mendalami apakah di dalam kerajaan itu ada ideologi atau ajaran lain yang disebarkan.
"Kalau ada ya itu sudah ada ranahnya sendiri yang menindak. Lha wong kemarin aja arak-arakan itu senjata yang dibawa juga ethok-ethok (pura-pura), itu kan kaya pasukan ketoprak. Jangan terlalu serius-serius menanggapinya," tegas Bupati.
ADVERTISEMENT
"Memang itu kalau digali dan dinarasikan kembali, saya kira itu bisa menjadi daya tarik wisatawan," ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, warga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dihebohkan dengan kehadiran Keraton Agung Sejagat. Pimpinannya, Totok Santosa Hadiningrat, atau yang disebut sebagai Sinuhun, mengaku sebagai Rangkai Mataram Agung.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan