Bupati Bogor Ade Yasin Bantah Suap, KPK Kantongi Bukti Kuat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dini hari. Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dini hari. Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

KPK tidak mempermasalahkan soal bantahan Bupati Bogor Ade Yasin terkait kasus suap. Sebab, penyidik sudah mengantongi bukti yang cukup untuk menjerat Ade Yasin sebagai tersangka.

"Bantahan tersangka hal lumrah dan umum disampaikan. Itu hak yang bersangkutan," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (28/4).

Ade Yasin ialah tersangka pemberi suap kepada pemeriksa BPK perwakilan Jawa Barat. Diduga, suap bertujuan agar laporan keuangan Pemkab Bogor mendapat predikat Opini Wajar Pengecualian (WTP) dari BPK.

Ade Yasin berdalih dirinya tak tahu menahu soal suap yang terjadi. Ia menyalahkan anak buahnya yang disebut punya inisiatif sendiri dalam memberikan suap.

Namun, KPK meyakini Ade Yasin terlibat dalam kasus suap tersebut. Hingga kemudian KPK melakukan OTT kepada adik Rachmat Yasin itu.

"KPK dalam menaikkan proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi perkara ini, tentu sudah mengantongi berbagai bukti yang kuat dan cukup menurut ketentuan hukum," papar Ali.

"Kami berharap kepada para tersangka dan pihak-pihak yang nantinya dipanggil KPK agar kooperatif menerangkan apa adanya di hadapan Tim Penyidik," pungkasnya.

Infografik Bupati Bogor Ade Yasin Tersangka KPK. Foto: kumparan

Ade Yasin diduga menyuap pemeriksa BPK perwakilan Jawa Barat agar Kabupaten Bogor meraih predikat WTP untuk laporan 2021. Sebab, ia mendapatkan informasi laporan keuangan di Pemkab Bogor jelek dan bisa berakibat opini disclaimer.

Dalam temuan audit, ditemukan sejumlah masalah, terutama dalam Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Salah satunya ialah proyek Jalan Kandang Roda-Pakan Sari senilai Rp 94,6 miliar yang pelaksanaanya diduga tidak sesuai dengan kontrak.

Barang bukti OTT Bupati Bogor Ade Yasin ditampilkan saat konferensi pers di Gedung KPK pada Kamis (28/4/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ade Yasin diduga memberikan suap melalui 3 anak buahnya. Sementara dari pihak penerima suap ialah 4 orang dari BPK perwakilan Jabar. Kedelapan orang itu sudah dijerat sebagai tersangka.

Suap yang diberikan diduga berupa uang mingguan selama pemeriksaan berlangsung. Nilainya diduga minimal Rp 10 juta per minggu.

Total suap yang diduga diterima tim BPK itu ialah Rp 1,9 miliar. Pada saat OTT, KPK menyita uang Rp 1,024 miliar yang diduga bagian dari suap.