Bupati Cianjur Siap Diperiksa Terkait Gratifikasi Umrah dari Pengusaha Abah Dodi
·waktu baca 1 menit

Bupati Cianjur, Herman Suherman, menyatakan siap diperiksa polisi terkait kasus dugaan gratifikasi umrah dari pengusaha Abah Dodi.
"Kalau saya misalkan melakukan, ya seusai ketentuan saja, silakan, dan perundang-undangan yang berlaku," ujar Herman kepada wartawan, Senin (9/10).
Bupati Herman, setelah masalah umrah ini jadi heboh, batal berangkat.
Bantah soal Pembebasan Lahan
Herman pun membantah tudingan gratifikasi umrah adalah yang dialamatkan kepada sejumlah pejabat dan koleganya di lingkungan Pemkab Cianjur.
Selain itu, Herman membantah jika dugaan gratifikasi itu berkaitan dengan proyek pembebasan lahan atau ruislag seluas 10.000 hektare di daerah Cidaun dan Sukanagara.
"Cek saja ke lokasi, ada pembebasan tanah, enggak? Silakan, silakan saja," kata Herman.
Diusut Polres Cianjur
Dugaan gratifikasi umrah ini diusut Polres Cianjur. Abah Dodi dan mereka yang berangkat umrah akan dipanggil untuk diperiksa.
Yang berangkat umrah adalah jajaran Bupati Cianjur, timsesnya, dan rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cianjur.
Tapi Bupati Herman dan Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rauf, batal berangkat usai masalah umrah ini jadi heboh.
