Bupati Cianjur soal Siswa Terobos Sungai Deras ke Sekolah: Akan Bangun Jembatan
ยทwaktu baca 2 menit

Pemerintah Kabupaten Cianjur akan merencanakan pembangunan jembatan gantung di Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Infrastruktur itu untuk menunjang warga setempat, terutama para siswa sekolah yang selama ini harus menantang maut dengan menerobos air Sungai Ciujung yang kerap meluap lantaran tidak ada jembatan.
Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku sudah mendapatkan informasi murid sekolah yang melewati sungai itu. Ia kemudian memerintahkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkimtan) untuk secepatnya merencanakan pembangunan jembatan.
"Memang harus segera direncanakan dan saya sudah perintahkan Dinas Perkimtan menangani persoalan ini," kata Herman.
Herman menyebutkan, masih banyak jembatan yang digunakan pelajar dalam kondisi rusak.
"Saya sudah perintahkan kepada para camat dan kepala desa untuk mengumpulkan data dan mengecek kondisi wilayah masing-masing. Jangan sampai ada anak sekolah yang menyeberangi sungai tanpa jembatan. Saya tugaskan para camat berkoordinasi dengan para kades," jelasnya.
Namun, Herman tidak mengetahui persis jumlah jembatan yang saat ini kondisinya rusak. Herman menyarankan agar bisa mengkonfirmasi ke Dinas Perkimtan.
Sebelumnya, siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padawaras, Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus menantang maut menerobos air Sungai Ciujung yang kerap meluap.
Tidak adanya akses jembatan di wilayah itu menyebabkan para siswa dan warga setempat terpaksa membelah aliran arus sungai yang kencang sepanjang 100 meter.
Seorang Guru SDN Padawaras, Eyep (48) mengatakan, sejak tahun 2018 jembatan gantung menjadi satu-satunya akses warga yang menghubungkan antarkecamatan, yakni Kecamatan Cikadu, Cidaun dan Naringgul. Namun belum lama ini jembatan tersebut roboh akibat banjir bandang.
Namun, kata Eyep sejak jembatan tersebut roboh, hingga saat ini belum ada pembangunan baru, baik dari pemkab maupun provinsi.
"Setiap hari anak-anak harus menyeberangi sungai. Karena lokasi sekolah beda kecamatan. Para siswa ini harus melintas Sungai Ciujung dengan jarak sekitar 100 meter dengan air yang cukup deras," kata Eyep, kepada wartawan.
