Bupati Jeje Govinda Perketat Produksi-Distribusi Usai Keracunan Massal MBG
·waktu baca 3 menit

Ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami keracunan massal usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (22/9).
Hingga Rabu (24/9), tercatat 411 orang menjadi korban dengan 47 di antaranya masih dirawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan dan 364 orang lainnya menjalani perawatan jalan.
Terkait hal ini, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menjelaskan, masih ada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia MBG yang belum memenuhi standar kesehatan. Dari 85 dapur yang tersebar di wilayahnya, beberapa di antaranya belum memiliki sertifikat laik sehat.
“Dari 85 dapur, memang ada yang belum memiliki sertifikasi sehat. Jadi harus dicek izin dan sertifikat laik sehatnya dari Dinas Kesehatan,” jelas Jeje, Rabu (24/9).
Bupati yang akrab disapa Jeje Govinda ini menegaskan, dapur Makmur Jaya yang menjadi pemasok menu MBG di Cipongkor dihentikan sementara karena diduga menjadi sumber keracunan.
“Saya menyetop sementara satu SPPG dan menetapkan status KLB. Intinya, kesehatan dan keselamatan siswa yang paling utama,” tegas Jeje.
Evaluasi Menyeluruh
Jeje mengatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.
Menurut politikus PAN ini, langkah yang akan ditempuh antara lain memperketat pengujian sampel makanan, standardisasi proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi.
“Ke depan kita akan lakukan pengawasan ketat, mulai dari pengujian sampel makanan, higienitas dapur, hingga audit teknis secara rutin. Semua ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata Jeje.
Korban Masih Terus Berdatangan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Lia N. Sukandar, menjelaskan korban keracunan masih terus berdatangan ke posko kesehatan di GOR Kecamatan Cipongkor meski jumlahnya tak sebanyak hari pertama.
"Berdasarkan data yang kami dapat dari petugas Puskesmas, korban masih terus berdatangan meski tak sebanyak kemarin. Sampai saat ini belum ada laporan kematian," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/9).
Ratusan korban ditangani di sejumlah Posko Kesehatan di antaranya Posko Puskesmas Cipongkor sebanyak 93 orang, semua telah dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan.
RSUD Cililin menangani sebanyak 35 orang, terdiri dari 16 pasien masih menjalani rawat inap dan 19 pasien rawat jalan yang sudah pulang.
Selain itu, Posko GOR Kecamatan merawat sebanyak 255 orang, dengan 15 pasien masih dalam perawatan dan 240 pasien berobat jalan.
Kemudian di RSIA Anugrah sebanyak 22 orang, terdiri dari 10 pasien masih menjalani rawat inap dan 12 pasien rawat jalan yang telah pulang. Terakhir di Klinik Permata Hati sebanyak 6 orang, semuanya masih menjalani rawat inap.
Korban Alami Sesak Napas dan Kejang
Gejala yang paling banyak dialami oleh para korban antara lain mual 288 orang, pusing 159 orang, muntah 109 orang, sakit perut 112 orang, sesak napas 100 orang, lemas 78 orang, sakit kepala 45 orang, demam 52 orang, diare 36 orang, serta kejang yang dialami oleh 2 orang.
Sebuah video yang viral menunjukkan korban keracunan yag masih mengenakan seragam SMA berteriak-teriak kesakitan.
Lebih lanjut Lia menjelaskan, pihak Puskesmas dan rumah sakit terkait tetap berkoordinasi untuk memastikan penanganan yang optimal bagi para korban.
"Kami terus melakukan pemantauan dan perawatan intensif untuk memastikan kondisi korban membaik. Kami juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan agar kejadian serupa tidak terulang," jelasnya.
