Bupati Jember Gaet Wings Air Sukses Reaktivasi Penerbangan Jember-Surabaya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penerbangan perdana reaktivasi Jember-Surabaya di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, Senin (1/6/2026) Foto: Pemkab Jember
zoom-in-whitePerbesar
Penerbangan perdana reaktivasi Jember-Surabaya di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, Senin (1/6/2026) Foto: Pemkab Jember

Penerbangan pesawat komersial rute pulang pergi (PP) antar bandara Notohadinegoro Jember dengan bandara Juanda Surabaya kembali aktif pada Senin, 1 Juni 2026.

Operasional penerbangan berjarak tempuh 202 kilometer itu dihidupkan lagi bertepatan saat momen peringatan hari lahir Pancasila.

Rute penerbangan Jember-Surabaya sempat berkali-kali hidup dan mati karena berbagai persoalan.

Mulai dari terlilit kasus hukum dana sewa pesawat tahun 2008 silam maupun ketika sesi berikutnya terdampak pandemi Covid-19 tahun 2020.

Namun, reaktivasi penerbangan Jember-Surabaya sekarang ini tidak hanya seperti terlahir kembali. Melainkan, hadir dengan frekuensi penerbangan yang lebih banyak.

Wings Air resmi mengoperasikan pesawat ATR berkapasitas 75 penumpang dengan penerbangan sebanyak 4 kali dalam sepekan. Harga tiket di kisaran Rp 676 - 700 ribu.

Jadwal penerbangan setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Pesawat lepas landas dari Surabaya sekitar jam 09.00 pagi, dan dari Jember pada jam 10.30 siang.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait dalam hal ini tercatat berhasil meningkatkan kerjasama dengan Wings Air, karena sebelum reaktivasi rute Jember-Surabaya sudah lebih dulu membuka rute Jember-Denpasar.

Bandara Notohadinegoro yang lama terbengkalai kini terasa jauh lebih sibuk. Tersedia beragam rute penerbangan menuju kota-kota besar yang berpengaruh.

Penerbangan tersebut tersebut semakin memperbanyak opsi moda transportasi di Jember. Masyarakat yang ingin bepergian atau datang ke Jember tidak hanya terbatas dengan jalur darat, melainkan juga bisa memilih jalur udara.

"Sudah menjadi nikmat dan prestasi bagi Jember. Bayangkan, Jember kembali dipercaya membuka penerbangan ke Jakarta dan sekarang ke Surabaya," tutur Gus Fawait.

Gus Fawait terbuka mengatakan bahwa tidak hanya dirinya sendiri yang berperan dalam menggaet maskapai. Justru ia mengungkap sosok yang memainkan peran sentral, yakni anggota DPR RI bernama Rivqy Abdul Halim.

Rivqy sangat membantu dalam upaya membuka jalan komunikasi maupun negosiasi dengan Wings Air. Terhubung langsung dengan Rusdi Kirana, CO-Founder Lion Air Group yang menaungi Wings Air.

Penerbangan perdana reaktivasi Jember-Surabaya di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, Senin (1/6/2026) Foto: Pemkab Jember

Rusdi Kirana dan Rivqy sama-sama berada dalam Fraksi PKB di DPR RI. Namun, Rivqy yang berangkat dari Dapil IV Jember-Lumajang merupakan anak petinggi PKB Abdul Halim Iskandar sekaligus kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Ini tidak terjadi begitu saja, prosesnya panjang. Kalau saya sendiri tentu tidak bisa. Karena itu saya meminta bantuan wakil kita di pusat. Di situlah peran Gus Rivqy yang sangat sentral membantu Pemkab Jember mewujudkan penerbangan ini," beber Gus Fawait.

Presiden Direktur Lion Air Group, Daniel Putut Adi Kuncoro menyebut soal frekuensi penerbangan Jember-Surabaya sebanyak empat kali dalam sepekan mengandung maksud khusus.

Tujuannya agar waktu penerbangan lebih fleksibel dan terkoneksi dengan bandara internasional Juanda di Surabaya yang menyediakan banyak penerbangan domestik, bahkan hingga mancanegara.

"Dari Surabaya maupun dari Jember, penumpang dapat terkoneksi dengan berbagai kota lain di Indonesia. Bahkan, luar negeri melalui jaringan Lion Group," jelasnya.