Bupati Kep. Seribu: Pulau Sebaru Pernah Dipakai Rehabilitasi Pecandu Narkoba

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Pulau Sebaru menjadi lokasi yang dipilih untuk menjadi tempat observasi atas 188 WNI yang menjadi ABK di kapal pesiar World Dream. Alasannya, Pulau Sebaru merupakan pulau tak berpenghuni, namun memiliki fasilitas yang baik.

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad menjelaskan Pulau Sebaru dalam kondisi kosong, dan memiliki fasilitas cukup baik. Dia menyebut, dulunya Pulau Sebaru dijadikan sebagai tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba.

"Memang di sana ada bangunan. Dulu itu pulaunya digunakan untuk rehabilitasi pecandu narkoba, beberapa tahun lalu. Memang yang disampaikan pak menteri tadi, memang fasilitasnya memadai di sana," kata Husein usai menjalani rakor di Kemenko PMK, Jakarta, Senin (24/2).

Dia mengatakan, keputusan dan kesiapan atas penggunaan pulau untuk lokasi observasi, sepenuhnya merupakan keputusan pemerintah pusat. Yang jelas kata dia, Pulau Sebaru memang kosong dan jauh dari permukiman warga.

Ilustrasi kapal pesiar World Dream Cruise. Foto: Shutter Stock

"Dari kementerian kan sudah ke sana (Pulau Sebaru) mereka semua yang mempersiapkan. Memang Pulaunya kosong jauh dari pemukiman dan dikelilingi oleh pulau kosong," tuturnya.

Sementara itu, Menkes Terawan Agus Putranto menilai, Pulau Sebaru cocok menjadi lokasi observasi karena situasi alam sekitar yang mendukung, termasuk soal mata air yang tersedia.

"Jadi Kepulauan (Pulau) Sebaru ini pulau yang kosong. Saya sudah lihat bersama Pak Menko PMK hari Sabtu apa Minggu pagi saya ke sana. Saya cek kondisinya, ini pulau kosong tapi perlengkapan luar biasa termasuk mata air, sumber air, semua bagus. Dan gedungnya terpisah-pisah," kata Terawan usai rakor di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (24/2).

Rakor Tingkat Menteri tentang pemulangan WNI ABK kapal World Dream yang dipimpin oleh Menko PMK Muhadjir Effendy di Ruang Rapat Kemenko PMK, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pemerintah Indonesia berencana mengevakuasi 188 WNI kru kapal pesiar World Dream menggunakan KRI Soeharso. Evakuasi akan dilakukan pada 26 Februari dari perairan dekat Bintan, Kepulauan Riau. Mereka akan tiba di Sebaru pada 28 Februari.

Sementara untuk WNI di kapal Diamond Princess, pemerintah masih belum menentukan waktu dan moda transportasi untuk penjemputan. Rencananya mereka juga bakal diobservasi di Pulau Sebaru.

"Pulau kosong, nanti lintangnya kita berikan, Sebaru," kata Menkes terawan.

"Iya (Sebaru)," tegasnya saat ditanya wartawan lagi.