Bupati Lumajang: Erupsi Gunung Semeru Kali Ini Lebih Besar dari 2020
·waktu baca 2 menit

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Malang dan Lumajang erupsi pada Sabtu (4/12) sore. Erupsi ini cukup besar hingga menyebabkan warga panik menyelamatkan diri.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, erupsi Gunung Semeru kali ini menyebabkan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum rusak, mulai dari sekolah hingga jembatan. Bahkan dari laporan yang diterimanya ada masyarakat yang terjebak di dalam rumah.
"Ini sekarang keadaan lebih besar dari tahun lalu, voice dari masyarakat ada yang terjebak di rumah, rumah dan jembatan hancur, ada fasilitas umum sekolah hancur," ujarnya kepada wartawan.
Thoriqul belum bisa memastikan dampak kerusakan maupun wilayah yang terdampak. Sejauh ini, proses evakuasi masih berlangsung dari pihak BPBD maupun masyarakat setempat.
"Saya belum bisa memastikan kerusakan, update kerusakan, proses evakuasi berjalan, berapa desa kecamatan masih belum bisa dikomunikasikan, masih terjadi awan (panas) dan hujan turun.
"Pihak yang berjalan utama tentu berkenan kedaruratan BPBD, masyarakat lereng Semeru sudah terlatih, yang diprioritaskan evakuasi lansia, perempuan, anak-anak, sudah mengerti soal itu. Sekarang bersama-bersama mengevakuasi," pungkasnya.
Setahun lalu, tepatnya pada 1 Desember 2020, Gunung Semeru sempat erupsi. Erupsi kali itu sempat memuntahkan lahar panas. Erupsi berlanjut 2 Desember 2020, warga pun langsung diminta mengungsi. Sepanjang 2020, Gunung Semeru beberapa kali memperlihatkan peningkatan aktivitas vulkaniknya.
