Bupati Sleman Jamin Lindungi 11 Bayi yang Dievakuasi dari Rumah Bidan di Sleman
ยทwaktu baca 3 menit

Bupati Sleman Harda Kiswaya menjamin perlindungan bagi 11 bayi yang ditemukan dan dievakuasi polisi dari rumah orang tua seorang bidan di Pedukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
"Pasti (beri perlindungan)," kata Harda di Pemkab Sleman, memastikan, Senin (11/5).
Harda juga menekankan pentingnya tata kelola dan perizinan penitipan bayi.
"Dengan adanya itu saya sampaikan tadi ada perbaikan tata kelola Kemudian dari perizinan yang pas ini seperti apa," jelasnya.
Soal tiga dari 11 bayi yang ditemukan kondisi sehat. Namun, Harda ingin memastikan kondisi kesehatan mereka.
"Perlu dianalisa lebih lanjut. Apakah ada bawaan dan sebagainya," katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan 11 bayi yang dievakuasi dari sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, adalah bayi hasil hubungan di luar nikah.
"Untuk bayi ini mayoritas memang, terus terang, (hasil) di luar pernikahan," kata Wiwit di Polresta Sleman, Senin (11/5).
Orang tua bayi ini ada yang masih berstatus mahasiswi ada pula yang sudah bekerja. Mereka menitipkan bayi di bidan dengan membayar Rp 50 ribu per hari.
"Awalnya adalah hanya satu orang yang melahirkan di sana. Kemudian, si ibunya, yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk mungkin karena kemanusiaan, dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu, bisa diterima oleh bidan itu," katanya.
"Tapi berkembang, dari hal itu berkembang sampai ke 10 yang lainnya. Melahirkan di sana, dan ini menitipkannya dengan alasan-alasan ada yang bekerja, ada yang masih mahasiswa," katanya.
Wiwit mengatakan polisi bersama dinas terkait mengevakuasi bayi tersebut pada Jumat (8/5) setelah mendapatkan informasi dari warga ada bayi yang dirawat di sebuah rumah selama satu minggu terakhir.
"Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang," katanya.
Bayi-bayi tersebut sebelumnya dirawat oleh bidan berinisial ORP yang beralamat di Kapanewon Gamping, Sleman. Karena di sana sedang ada hajatan, selama seminggu terakhir bayi ini dirawat di Pakem.
Di Pakem bayi dirawat oleh ibu ORP yang berinisial K bersama suaminya yang berinisial S dan seorang pembantu.
"Kemudian pada hari itu (Jumat), dari dinas yang berkompeten itu melakukan evakuasi. Evakuasi pengecekan terhadap anak. Tiga bayi kita rawat di RSUD. Dan dua bayi diambil ibunya. Terus yang lain enam bayi yang lain dirawat di Dinsos," katanya.
Di Gamping praktik menitipkan bayi ini sudah dilakukan bidan ORP sejak lima bulan terakhir.
Saat ini polisi masih terus menyelidiki apakah ada tindak pidana dari kasus ini. Polisi telah memeriksa sekitar 11 saksi.
