Burkina Faso Membara, Massa Bakar dan Jarah Kantor Partai Penguasa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah poster yang dibakar terlihat di luar markas kampanye Gerakan Rakyat untuk Kemajuan (MPP) di Ouagadougou yang dibakar oleh sekelompok pemuda, Minggu (23/1/2022). Foto: Olympia De Maismont/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah poster yang dibakar terlihat di luar markas kampanye Gerakan Rakyat untuk Kemajuan (MPP) di Ouagadougou yang dibakar oleh sekelompok pemuda, Minggu (23/1/2022). Foto: Olympia De Maismont/AFP

Situasi di Burkina Faso membara pada Minggu (23/1/2022). Pemberontakan tentara jadi penyebabnya.

Demonstran yang mendukung pemberontakan tentara bahkan membakar kantor pusat Partai Gerakan Rakyat untuk Kemajuan (MPP). Partai itu merupakan penguasa di Burkina Faso saat ini.

Laporan jurnalis AFP, lantai dasar kantor pusat MPP di ibu kota Ouagadougou hangus terbakar. Massa yang mengamuk turut melakukan vandalisme.

Suasana jalan yang di barikade di Ouagadougou oleh sekelompok pemuda yang mendukung peran tentara, Minggu (23/1/2022). Foto: Olympia De Maismont/AFP

Untuk membubarkan massa, polisi sampai menembakkan gas air mata.

Sampai saat ini keberadaan Presiden Burkina Faso yang juga Ketua Umum MPP Roch Kabore masih samar. Meski demikian, Menhan Barthélémy Simporé memastikan tidak ada kudeta pemerintahan.

Simporé menambahkan keadaan di ibu kota Ouagadougou sudah kondusif. Rusuh hanya berlangsung di beberapa tempat.

"Saya minta warga tetap beraktivitas normal. Pemerintah akan segera menyampaikan informasi lebih lanjut pada waktunya," ucap Simporé seperti dikutip dari Reuters.

Markas kampanye Movement for Progress (MPP) Rakyat Penguasa di Ouagadougou terlihat dibakar oleh sekelompok pemuda yang mendukung peran tentara, Minggu (23/1/2022). Foto: Olympia De Maismont/AFP

Pemberontakan yang berujung krisis di Burkina Faso dipicu permintaan senjata baru oleh militer. Mereka menganggap persenjataan maupun sumber daya lain yang ada tidak cukup untuk melawan teroris Al-Qaeda.

Permintaan dilakukan usai pada akhir November lalu, 49 tentara Burkina Faso terbunuh akibat serangan Al-Qaeda.

Tuntutan lain tentara Burkina Faso adalah pencopotan Panglima Militer dan Kepala Intelijen. Mereka juga mendesak Pemerintah Burkina Faso memberikan jaminan kesejahteraan bagi tentara yang terluka dan keluarganya.