Buron, Eks PM Thailand Minta Suaka ke Inggris

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PM Thailand, Yingluck Shinawatra. (Foto: REUTERS/Chaiwat Subprasom)
zoom-in-whitePerbesar
PM Thailand, Yingluck Shinawatra. (Foto: REUTERS/Chaiwat Subprasom)

Eks Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra akan mengajukan suaka politik ke Inggris. Di negara tersebut, buronan politik dapat mengajukan suaka selama lima tahun.

Tempat keberadaan Yingluck usai buron dari Thailand masih samar. Namun, santer beredar adik Thaksin Shinawatra itu terlihat berada di ibu kota Inggris, London. Menurut jaksa senior dari Kejaksaan Tinggi Thailand, Thanakit Worathana­chakul, mereka telah menerima laporan dugaan Yingluck berada di London.

"Mantan PM itu, setelah nantinya mendapatkan suaka selama lima tahun mungkin akan meminta tambahan suaka lima tahun lagi," sebut Thanakit, seperti dikutip dari The Star, Senin (8/1).

Hingga kini, Pemerintah Inggris belum memberikan suaka kepada Yingluck. Kementerian Dalam Negeri yang diberi kuasa untuk mengurusi hal itu menyatakan mereka harus meninjau beberapa aspek seperti bukti substansial dan alasan sebelum memberi suaka.

Yingluck divonis lima tahun penjara dalam kasus subsidi beras di Thailand. Namun, sebelum sidang putusan, Yingluck kabur ke luar Thailand.

Sebelum kabur, Yingluck sempat menyatakan skema subsidi beras yang berujung menjadi satu kasus besar sebenarnya bertujuan mulia. Bahkan, ia mengklaim program itu menguntungkan mayoritas warga Thailand.

Program subsidi beras adalah salah satu faktor yang menyebabkan Yingluck berkuasa di Thailand pada 2011 lalu. Dalam pemilu Thailand dia berhasil mendapat suara mayoritas bahkan unggul jauh dari lawan-lawannya.

Namun, Yingluck hanya berhasil bertahan kurang lebih tiga tahun di pemerintahan. Lewat kudeta militer kekuasaannya digulingkan pada 2014 lalu.