Burung dari China dan Jepang yang Hinggap di Gunung Ciremai Jabar

Kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terkenal sebagai gunung yang indah untuk dikunjungi oleh para pendaki dari dalam maupun luar negri.
Ternyata bukan hanya para pendaki yang berkunjung ke Gunung tertinggi di Jawa Barat itu, namun ada juga burung-burung dari mancanegara yang hinggap atau melakukan transit di Gunung yang berada di kawasan Majalengka, Kuningan dan Cirebon ini.
Menurut Divisi Humas TNGC, Agus Yudantara, ada lima sekitar lima jenis burung (Raptor) yang melakukan migrasi ke Indonesia, tepatnya di Kawasan TNGC. Kelima jenis burung itu yakni:
1. Sikep Madu Asia (Pernis Ptylorhinchus)
2. Elang Alap Cina (Accipiter Soloensis)
3. Elang Alap Nipon (Accipiter Gularis)
4. Baza hitam (Aviceda Leuphotes)
5. Elang Kelabu (Butastus Indicus)

Menurutnya, kelima burung itu merupakan migran dari China dan Jepang menuju Australia. Sebelum ke Australia, mereka hinggap di Gunung Ciremai
"Kelima burung itu merupakan migran dari China dan Jepang menuju Australia, dan Gunung Ciremai merupakan tempat hinggap sementara, begitupun sebaliknya," kata Agus dalam keterangan tertulisnya kepada Kumparan, Sabtu (17/3).

Menurutnya, migrasi burung merupakan kejadian langka yang terjadi dua kali dalam setahun, yaitu arus datang pada bulan September-November, dan arus balik pada bulan Maret-Mei.
"Di bulan Maret-Mei ini mereka melakukan arus balik," ujarnya.
Dia menjelaskan, ketika masyarakat ingin melihat burung imigran dari Jepang dan China tersebut, maka masyarakat dapat melihatnya melalui beberapa jalur pendakian, seperti jalur Apuy, Kecamatan Argalingga Kabupaten Majalengka, ataupun melalui jalur Palutungan, Kabupaten Kuningan.
"Bisa kita lihat di daerah Bintangot Cibeureum Cilimus, terus kearah barat sampai Majalengka. Sangiang, Sadarehe, Apuy Argalingga sampai Bantaragung dan Batuluhur," tuturnya
