Bus hingga Motor Mogok saat Terjang Banjir di Jalan Raya Porong

Jalan Raya Porong di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terendam air setinggi sekitar 75 cm, akibat curah hujan yang tinggi sejak Kamis (15/2). Banyak kendaraan mogok gara-gara menerobos banjir, mulai dari sepeda motor hingga bus.
Salah satunya adalah bus yang mogok dan membuat warga harus bahu membahu mendorongnya hingga ke tepi jalan. Tak sedikit juga motor yang mogok lantaran mencoba menerobos banjir yang sudah rutin terjadi di wilayah itu.
Sejumlah kendaraan roda dua akhirnya memilih menggunakan jalan di atas tanggul penahan lumpur Lapindo untuk menghindari banjir. "Karena kalau nekat menerobos banjir, risikonya kendaraan yang saya naiki akan mogok," ucap pengendara motor bernama Ardiansyah, dikutip dari Antara, Jumat (16/2).

Ia mengatakan, Jalan Raya Porong kerap kali banjir jika wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas yang cukup lama. "Beberapa waktu yang lalu juga sempat terjadi banjir dan sebagian kendaraan khususnya roda dua harus lewat di atas tanggul penahan lumpur ini," lanjutnya.
Ucapan senada disampaikan oleh Rakhmat H, yang juga sedang melintas di wilayah tersebut. Ia terpaksa berhenti dan harus putar balik supaya tidak terjebak banjir. "Kalau nekat bisa, mogok kendaraan ini, jadi harus menunggu atau juga putar balik supaya tidak terjebak kemacetan akibat banjir," ucapnya.

Kepala Dinas PUPR Sidoarjo, Sigit Setyawan, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan normalisasi sungai-sungai yang menjadi penyebab banjir di Jalan Raya Porong.
"Kami sudah melakukan normalisasi dua sungai,dan menempatkan pompa air untuk di Desa Kedung Kampil untuk mengurangi volume ke lokasi Porong," katanya.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) untuk berusaha supaya banjir di Jalan Raya Porong ini cepat surut. "Kami berupaya semaksimal mungkin supaya banjir di Jalan Raya Porong cepat surut," ucapnya.
