Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Jabal Magnet, 10 Orang Luka
ยทwaktu baca 2 menit

Kecelakaan lalu lintas terjadi pada jemaah haji Indonesia yang sedang beribadah di Arab Saudi, Selasa (28/4). Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Direktur Perlindungan WNI, Henny Hamidah, menyampaikan insiden itu telah ditangani KJRI Jeddah. Lokasi kecelakaan berada di Jabal Magnet, 60 km dari pusat Kota Madinah.
"Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI (Jemaah Haji Indonesia) Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet. Berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Henny dalam keterangannya, Rabu (29/4).
Meski tidak ada korban jiwa, insiden tersebut menimbulkan korban luka. Seluruh korban telah menjalani penanganan medis.
"Terdapat 10 orang korban luka. Sebanyak 7 orang dari JHI Kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan, serta kini telah kembali ke Hotel Andalus Golden," papar Henny.
"Sementara 3 korban berasal dari Kloter SUB-2. Setelah mendapatkan penanganan medis, dua orang telah diperbolehkan kembali, sedangkan satu jemaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba," sambungnya.
Henny memastikan kondisi jemaah yang masih dirawat akan terus dipantau oleh tim KJRI Jeddah.
"KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait guna memastikan seluruh jemaah memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan," ujarnya.
Sekilas Jabal Magnet
Jabal Magnet atau Wadi Al-Baida merupakan destinasi unik di pinggiran Madinah yang tersohor karena fenomena kendaraan dapat meluncur naik secara otomatis meski mesin dalam posisi netral.
Banyak orang meyakini hal ini terjadi akibat tarikan magnet bumi yang sangat kuat, namun para ahli geologi lebih cenderung menyebutnya sebagai ilusi gravitasi.
Fenomena tersebut menciptakan tipuan visual pada mata manusia, sehingga jalan yang sebenarnya menurun terlihat seolah menanjak akibat kontur perbukitan di sekelilingnya.
Terlepas dari penjelasan ilmiah tersebut, lokasi ini tetap menjadi magnet wisata bagi jemaah haji dan umrah yang ingin merasakan langsung sensasi aneh tersebut di tengah panorama perbukitan batu yang eksotis.
