Bus Selawat Aktif Lagi, Jemaah Haji Bisa Tawaf Ifadah Tanpa Bingung Jalan Pulang
·waktu baca 2 menit

Seluruh rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina telah selesai. Setelah puncak haji rampung, bus selawat juga beroperasi kembali.
Bus selawat merupakan bus yang mengantar jemaah haji dari hotel ke Masjidil Haram atau sebaliknya. Ada 450 bus yang melayani 11 rute menuju Masjidil Haram.
"Layanan bus selawat (Minggu) pukul 02.00 sudah kami operasikan," kata Kasie Transportasi Daker Makkah, Asep Subhana di Makkah, Minggu (2/7).
Jemaah haji yang telah menyelesaikan nafar tsani memang ada yang belum melakukan tawaf (mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali) ifadah di Masjidil Haram. Kemenag memang menyarankan jemaah beristirahat dulu dan jangan memaksakan diri langsung tawaf ifadah.
Selain memperhatikan kondisi fisik, akses menuju Masjidil Haram saat itu hanya bisa dilalui dengan jalan kaki atau naik taksi.
Dengan kembali beroperasinya bus selawat, jemaah haji bisa lebih nyaman menuju ke Masjidil Haram untuk tawaf tanpa bingung bagaimana pulang kembali ke hotel.
"Pagi ini bus sudah berjalan dengan lancar," katanya.
Pengoperasian penuh bus selawat juga terlihat di Terminal Syib Amier. Terminal ini merupakan yang terbesar di kawasan Masjidil Haram.
"Alhamdulillah sudah beroperasi penuh di sini," kata Kepala Pos Terminal Syib Amir, Sugandi.
Tawaf ifadah merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji. Jemaah haji yang selesai melontar jumrah baik yang nafar awal atau nafar tsani akan melakukan tawaf ifadah.
Tawaf bisa dimulai sejak 10 Zulhijah. Batas waktu tawaf memang tidak ditentukan. Para ulama menyebut waktu afdal tawaf ifadah dilakukan hingga hari tasyrik atau 13 Zulhijah.
