Butuh Waktu Berapa Lama bagi India untuk Keluar dari Tsunami COVID-19?

25 Juni 2021 17:02
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Seorang pria berjalan melewati pembakaran tumpukan kayu saat proses kremasi massal jenazah pasien COVID-19 di New Delhi, India. Foto: Danish Siddiqui/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria berjalan melewati pembakaran tumpukan kayu saat proses kremasi massal jenazah pasien COVID-19 di New Delhi, India. Foto: Danish Siddiqui/REUTERS
ADVERTISEMENT
Beberapa bulan lalu, dunia digegerkan dengan meroketnya kasus harian COVID-19 yang terjadi di India.
ADVERTISEMENT
Negara berpopulasi 1,3 miliar penduduk itu sempat mengalami gelombang kedua pandemi yang sangat menyedihkan, bahkan sampai menggantikan posisi Brasil sebagai negara dengan kasus kumulatif corona terbanyak kedua di dunia.
Istilah tsunami yang dipakai untuk menggambarkan situasi corona India saat itu bukan muncul tanpa dasar.
Tanpa tedeng aling-aling, kasus harian bertambah dalam jumlah yang tidak malu-malu: 5.000 kasus, 50.000, 100.000, hingga akhirnya mencapai puncaknya, 400.000 kasus dalam 24 jam. Grafiknya vertikal meroket ke atas.
Tetapi, tak berselang lama, gelombang tsunami COVID-19 India surut setelah mencapai puncaknya. Berapa lama waktu yang dibutuhkan India dalam menurunkan kasus corona negaranya?
Grafik kasus dan kematian akibat COVID-19 India, Desember 2020 hingga Juni 2021. Foto: Dok. Graphic Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Grafik kasus dan kematian akibat COVID-19 India, Desember 2020 hingga Juni 2021. Foto: Dok. Graphic Reuters

Maret 2021

Lonjakan tersebut bermula pada bulan Maret 2021. Sebelumnya, kasus harian COVID-19 di India berada pada kisaran 10.000-15.000 kasus. Tren kasus pada Februari 2021 itu berada pada titik terendah sejak pertengahan tahun 2020.
ADVERTISEMENT
Kemudian, bencana dipicu oleh festival keagamaan besar-besaran. Ribuan warga mendatangi festival Kumbh Mela di Haridwar, dengan hari pemandian suci pertama (Shivaratri) di Sungai Gangga jatuh pada tanggal 11 Maret 2021.
Ribuan orang yang hadir tampak tak mengenakan masker. Aturan jaga jarak pun seakan lenyap. Virus corona dengan mudah menyebar dan menulari para jemaah yang tak terlindungi protokol kesehatan.

April 2021

Sejak itu, grafik kasus COVID-19 terus meningkat. Keadaan semakin buruk ketika memasuki bulan April, di mana kasus harian mencapai di atas 100.000. Kemudian, selang dua pekan, penambahan kasus harian mulai bertengger di atas angka 200.000.
Sayangnya, COVID-19 yang mulai melesat itu masih belum bisa menghentikan mereka dari menghadiri festival keagamaan di Sungai Gangga tanpa protokol kesehatan.
Sejumlah orang mengangkat jenazah COVID-19 sebelum dikubur di pemakaman di New Delhi, India, Jumat (16/4). Foto: Danish Siddiqui/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah orang mengangkat jenazah COVID-19 sebelum dikubur di pemakaman di New Delhi, India, Jumat (16/4). Foto: Danish Siddiqui/REUTERS
Di bulan yang sama, rumah sakit di hampir seluruh negara bagian India kewalahan. Tempat tidur perawatan penuh, suplai oksigen menipis, pasien meninggal membeludak hingga harus dibuat lahan kremasi massal sementara di lahan parkir rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut diperburuk dengan krisis stok vaksin yang dialami negara produsen vaksin terbesar di dunia ini. Bahkan, banyak sentra vaksinasi yang harus ditutup akibat kehabisan suplai dosis.

Mei 2021

Pada bulan ketiga tsunami corona, kasus harian mencapai puncaknya. Per 6 Mei 2021, jumlah infeksi COVID-19 bertambah 414.188 kasus dalam kurun waktu 24 jam. Kematian harian menembus angka 3.900 jiwa.
Kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut akhirnya membuat Pemerintah India memutuskan untuk menarik rem darurat dan memerintahkan kepada negara-negara bagian untuk menerapkan lockdown ketat.
Dimulai dari pemberhentian transportasi umum hingga penutupan toko-toko dan pusat perbelanjaan, warga India dipaksa untuk diam dan beraktivitas di rumah masing-masing.
Sejak saat itu, memasuki akhir bulan Mei, kasus harian menurun drastis, bahkan hingga setengah dari puncak kasus. Tetapi, kematian sempat melonjak hingga 4.000 jiwa dalam sehari.
Pasien terinfeksi virus corona mendapat perawatan di Rumah Sakit Lok Nayak Jai Prakash (LNJP), New Delhi, India.  Foto: Danish Siddiqui/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pasien terinfeksi virus corona mendapat perawatan di Rumah Sakit Lok Nayak Jai Prakash (LNJP), New Delhi, India. Foto: Danish Siddiqui/REUTERS

Juni 2021

Hingga akhirnya memasuki bulan keempat, yaitu Juni 2021. Penambahan kasus harian mulai berada di bawah angka 150.000 dan semakin merosot turun.
ADVERTISEMENT
Pada 7 Juni 2021, Pemerintah India resmi melonggarkan lockdown ketat akibat penurunan kasus yang signifikan.
Kota-kota mulai kembali dipenuhi warga yang beraktivitas. Hampir semua sektor telah kembali beroperasi, mulai dari perkantoran sampai pusat perbelanjaan di hampir seluruh negara bagian sudah hidup lagi.
Angka kematian sempat melonjak lagi di pertengahan bulan, tetapi langsung merosot tajam usai mencapai puncaknya.
Kini, penambahan kasus di India berada dalam kisaran angka 50.000 ribu per hari. Angka tersebut merupakan suatu kemajuan yang cukup baik. Grafik terus menurun, baik kasus positif maupun kematian.
India akhirnya berhasil melewati tsunami COVID-19 mereka dalam kurun waktu empat bulan.
Meski begitu, India harus terus waspada, mengingat vaksinasi di negaranya masih belum optimal. Ditambah dengan adanya ancaman varian corona Delta plus serta kesadaran protokol kesehatan dan jaga jarak yang mulai menurun.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020