Cacat Rumput JIS Menurut Vendor Rekanan PUPR: Banyak Lumut dan Rumput Liar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

Jakarta International Stadium (JIS). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jakarta International Stadium (JIS). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ribut-ribut rumput Jakarta International Stadium (JIS) masih ramai diperbincangkan. Rumput hybrid yang digadang sudah berkelas internasional ternyata dinilai masih ada cacatnya.

Chairman Karya Rama Prima (KaerPe), Qamal Mustaqim, diundang PUPR untuk melakukan inspeksi rumput di JIS. KaerPe adalah perusahaan di bidang kontraktor, maintenance, dan konsultan lapangan golf dan bola serta driving range.

Qamal mengatakan rumput yang digunakan saat ini yakni zoysia japonica sebenarnya sudah sesuai standar FIFA.

Seperti diberitakan, jenis rumput yang dipakai JIS sebenarnya juga dipakai di stadion besar kelas dunia seperti Allianz Arena, kandang klub raksasa Jerman, Bayern Muenchen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Ketua PSSI Erick Thohir serta Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi menyampaikan keterangan kepada wartawan usai meninjau lapangan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Selasa (4/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Namun, usai inspeksi bersama Ketum PSSI Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Qamal menyebut ada kendala yang membuat akhirnya rumput ini harus diganti. Anggarannya pun tak sampai Rp 6 miliar.

"Rumput jenisnya japonica, cuma ditanam di karpet sintetis. Ini masalahnya. Medianya dangkal, jadi akar tidak tembus ke bawah. Rumput itu makhluk hidup, butuh sinar dan air. Air tidak terpenuhi karena akarnya dangkal, matahari enggak cukup. Ini rumput butuh matahari penuh 8 jam sehari," jelas Qamal.

Suasana Jakarta International Stadium (JIS). Foto: Subhan/kumparan

KaerPe merupakan vendor yang dipakai KemenPUPR untuk mengaudit 22 stadion pascatragedi Kanjuruhan. KaerPe juga yang menilai rumput stadion yang tadinya direncanakan sebagai venue Piala Dunia U-20 yang akhirnya batal.

Sebenarnya, waktu pembangunan awal, yang mengurusi JIS termasuk rumputnya adalah Harapan Jaya Lestarindo dan Jakpro.

Namun, sejak 28 Juni 2023, KaerPe diminta dilibatkan untuk ikut inspeksi JIS demi kebutuhan kesiapan Piala Dunia U-17 November mendatang.

Chairman Karya Rama Prima (KaerPe), Qamal Mustaqim (baju biru) Foto: Instagram/@erickthohir

Cacat yang diungkap KeerPe di antaranya soal rumput sintetis tak terlalu dalam, paparan sinar matahari kurang, hingga persoalan lumut dan rumput liar.

KaerPe membeberkan keterangan lengkap terkait inspeksi JIS.

"Hasil ini bersifat teknis, bukan bisnis maupun politis," kata KaerPe.

Berikut pernyataan lengkap KaerPe yang dikutip kumparan, Jumat (7/7).

Kronologi Inspeksi

Hasil inspeksi rumput JIS oleh KaErPe. Foto: Instagram/@karyaramaprima
  • Inspeksi lapangan JIS dilakukan tim KeerPe pada Rabu 28 Juni 2023 untuk melihat kondisi lapangan dan berdiskusi langsung dengan pengelola JIS dan tim pemeliharaan dari Lestarindo dan Jakpro. Diskusi yang dilakukan adalah terkait penggunaan lapangan, program pemeliharaan lapangan, alat-alat pemerliharaan, pemeriksaan lapangan, dan lain sebagainya.

  • Inspeksi kedua dilakukan Minggu 2 Juli untuk melakukan uji kualitas lapangan standar FIFA dengan didampingi pengelola JIS dan tim pemeliharaan dari Lestarindo dan Jakpro. Semua uji dilakukan di 5 area yang berbeda di lapangan. Hasilnya adalah ada poin uji yang memenuhi FIFA ada juga yang belum memenuhi standar FIFA. Dengan rincian seperti gambar di atas

  • Pada Selasa 4 Juli, KaerPe memenuhi Undangan PSSI dan PUPR untuk menjelaskan kondisi lapangan JIS berdasarkan hasil inspeksi, diskusi, dan pengujian yang telah KaerPe lakukan pada pihak bersangkutan.

Hasil inspeksi rumput JIS oleh KaErPe. Foto: Instagram/@karyaramaprima

Hasilnya:

Stadion Utama JIS

  • Jenis rumput yang digunakan adalah Zaysia Japonica. Tinggi pemotongan pada 22 cm.

  • Media yang ditanam bagus, tidak berbatu, dan memiliki kadar lempung dan lumpur

  • Akar terlalu pendek 2,5 cm dan sulit menembus karpet sintetis

  • Ketebalan thatch (lapisan organik) mencapai 3 cm.

  • Kondisi recovery rumput sangat lambat. Hal ini dikarenakan kurangnya paparan sinar matahari.

  • Menurut tim pengelola, lapangan terakhir digunakan 2 minggu sebelum inspeksi pada 2 Juli 2023. Namun bekas pemakaian masih terlihat pada permukaan lapangan.

Hasil inspeksi rumput JIS oleh KaErPe. Foto: Instagram/@karyaramaprima
  • Dari pengukuran yang dilakukan, rumput natural berada di atas karpet sintetis ketebalan media tanam 3 cm antara rumput dan karpet sintetis.

  • Beberapa area tidak tumbuh rumput natural. Sehingga karpet sintetis terekspos dan mempercepat timbulnya lumut.

  • Pengambilan sampel profile lapangan juga tidak dapat dilakukan karena alat pengambil sampel tidak dapat menembus lapisan karpet sintetis. Hal ini menandakan ketebalan media pasir tidak cukup tebal antara karpet sintetis dan rumput.

  • Pada pukul 10.45 dan 14.40 WIB paparan sinar matahari sangat terbatas dan jumlah grow light yang perlu ditambahkan

  • Hanya ada 1 grow light yang bekerja dari pukul 05.00 sampai 22.00 WIB selama 1 bulan pada area yang sama. Akan tetapi kepadatan rumput di bawah grow light tidak lebih baik dari rumput yang terekspos langsung sinar matahari penuh.

  • Hasil infiltrasi bagus pada nilai 2.700 mm/jam. Hasil merupakan hasil uji pada media tanam langsung tidak melewati lapisan rumput karpet sintetis karena sulitnya alat uji menembus karpet sintetis

  • Rumput liar tumbuh tak terkendali terutama rumput jenis bermuda.

kumparan telah menghubungi pihak Jakpro atas temuan KaerPe, tapi belum mendapat respons.

Hasil inspeksi rumput JIS oleh KaErPe. Foto: Instagram/@karyaramaprima
Hasil inspeksi rumput JIS oleh KaErPe. Foto: Instagram/@karyaramaprima
Hasil inspeksi rumput JIS oleh KaErPe. Foto: Instagram/@karyaramaprima
Hasil inspeksi rumput JIS oleh KaErPe. Foto: Instagram/@karyaramaprima