Cak Imin Kunjungi Kopontren Al-Ittifaq, Tetapkan Duta Pemberdayaan Masyarakat
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengunjungi Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, pada Rabu (5/11).
Menko mendatangi Kopontren itu untuk melihat hasil penanaman sayuran sebagai bagian dari program koperasi.
Ia menetapkan Kopontren Al-Ittifaq sebagai Duta Pemberdayaan Masyarakat karena telah menjadi contoh rantai pasok yang memperkuat ekonomi lokal.
"Setelah menjadi pusat ekonomi, menjadi pusat pendidikan, sekarang menjadi pusat pelatihan dan bisnis yang ekosistemnya lengkap, termasuk menjadi rantai pasok sampai ke berbagai lini," kata Menko yang akrab disapa Cak Imin itu di Kopontren Al-Ittifaq, Rabu (5/11).
"Karena itu saya sangat bahagia dan mendukung penuh, makanya Al-Ittifaq saya tetapkan sebagai Duta Pemberdayaan Masyarakat yang juga sebagai inspirator dan pusat pemberdayaan masyarakat," lanjut Cak Imin.
Kopontren Al-Ittifaq diketahui mengajarkan santri dalam keterampilan bertani, beternak, hingga manajemen usaha. Kopontren ini juga memiliki inkubator usaha yang ditunjuk sebagai tempat pusat pembelajaran bagi masyarakat.
Terdapat tiga unit bisnis yang dikelola Kopontren Al-Ittifaq. Tiga unit bisnis itu antara lain, Alif Learning Centre sebagai pusat inkubasi untuk mencetak wirausahawan muda di sektor pertanian, agrobisnis, dan kewirausahaan berbasis komunitas.
Unit bisnis selanjutnya ada agro bisnis yang menjadi jembatan antara petani lokal dengan pasar ritel modern. Unit bisnis ini memastikan pasokan sayuran berkualitas tinggi secara konsisten dan berkelanjutan.
Selain itu, Kopontren Al-Ittifaq juga mengelola unit bisnis PT Alif Karya Jaya yang bergerak di bidang konstruksi, khususnya dalam pembangunan greenhouse dan infrastruktur pendukung pertanian modern.
Sebelumnya, Cak Imin mengatakan sejumlah program pemberdayaan telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.
Program pemberdayaan itu berupa pelatihan bagi kepala keluarga miskin ekstrem.
"Pak presiden sudah setuju, keluarga miskin ekstrem akan di-training maksimal 4 bulan bagi yang berminat bekerja sebagai satpam, tenaga pertanian, maupun cleaning service. Setelah pelatihan, mereka akan diserap oleh penyedia kerja," kata Cak Imin.
