Cak Imin: PKB Bersama Prabowo Sampai 2029, Dukung 2 Periode

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat Harlah PKB ke-28 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat Harlah PKB ke-28 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan komitmen partainya untuk tetap bersama Presiden Prabowo Subianto hingga Pemilu 2029.

Muhaimin juga menyatakan PKB mendukung Prabowo memimpin selama dua periode. Menurutnya, seorang presiden membutuhkan waktu dua periode untuk menuntaskan kepemimpinannya.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri Harlah ke-28 PKB di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).

“Pasti lah, itu sudah menjadi komitmen kalau Presiden itu biasanya butuh waktu 2 periode untuk memimpin,” ujar Cak Imin.

Menurut dia, konstitusi harus menjadi pijakan utama dalam membangun koalisi dan menjalankan pemerintahan. Dengan pijakan tersebut, ia meyakini pemerintahan akan semakin kuat.

Karena itu, Muhaimin menilai seluruh elemen koalisi perlu memberikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo.

“Konstitusi itu adalah pijakan yang tidak boleh berubah. Tidak boleh terombang-ambing. Biar kuat, ya kita harus bisa, biar kuat kita harus bersama Prabowo total,” tegas dia.

Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto (kiri) merangkul Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) usai melakukan pertemuan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (24/4/2024). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Cak Imin Bicara Prabowonomics

Selain menegaskan dukungan politik kepada Prabowo, Muhaimin menjelaskan pandangannya mengenai konsep ekonomi yang disebutnya sebagai Prabowonomics.

Menurut dia, selama dua dekade terakhir Indonesia terlalu dipengaruhi kondisi eksternal, terutama mekanisme pasar yang dinilai terlalu mendikte arah kebijakan ekonomi nasional.

“Kita merasa 20 tahun terakhir ini diombang-ambingkan oleh keadaan yang kadang-kadang kita di luar jangkauan. Pasar itu terlalu mendikte kita,” tuturnya.

Muhaimin mengatakan pemerintahan Prabowo memilih pendekatan berbeda dengan menjadikan konstitusi sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan ekonomi.

Menurutnya, pemerintahan saat ini ingin membangun kemandirian ekonomi dan tidak bergantung pada tekanan pasar maupun negara lain.

“Sejak Pak Presiden ini, kita tidak mau didikte oleh pasar. Kita mau pakai jalan sendiri. Apa itu? Konstitusi. Apa itu? Pola pikir ekonomi yang diyakini Pak Prabowo. Kita tulis Prabowonomics. Apa itu? Kemandirian. Tidak bergantung pada negara manapun,” jelas Cak Imin.