Cak Imin Respons Indopol Tak Bisa Rilis Survei karena Warga Takut Bansos Dicabut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cawapres 01, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menghadiri acara Silaturahmi dan konsolidasi Relawan Basra Amin di Hotel 100 Sunset Road, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (26/1/2024). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cawapres 01, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menghadiri acara Silaturahmi dan konsolidasi Relawan Basra Amin di Hotel 100 Sunset Road, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (26/1/2024). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin merespons terkait Indopol yang tak bisa merilis hasil surveinya periode 8-15 Januari 2024. Para respondennya khawatir jatah dicabut pemerintah.

"Sekali lagi saya sampaikan, kepada rakyat Indonesia bahwa bansos ini uang rakyat, harus diberikan kepada yang berhak yaitu rakyat," kata Cak Imin kepada wartawan di Bandara Letkol Wisnu, Buleleng, Bali, Jumat (26/1).

Cak Imin meminta masyarakat tidak mudah percaya pada pihak yang mengeklaim bansos milik pemerintah berasal dari paslon tertentu.

"Kalau atas namanya calon atau pihak-pihak tertentu, jangan percaya. Itu hanya dimanfaatkan bansos anda, bansos anda hak anda untuk kepentingan orang-orang tertentu," ucap Cak Imin.

Cak Imin mengajak agar masyarakat dapat mengawasi pemberian bansos. Dia lalu mengingatkan bahwa bansos yang disalahgunakan akan berdampak buruk.

"Mari kita awasi. Kita rebut hak rakyat dan jangan lupa siapa yang memanfaatkan bansos untuk kepentingan, akan kualat, kualat, ngerti kualat gak?" pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indopol Survei, Retno Sulistyanto, menyebut pihaknya tak bisa merilis survei mengenai elektabilitas capres-cawapres, periode 8-15 Januari 2024, yang dilakukan terhadap 1.240 responden di 38 provinsi di Indonesia.

Sebab, kata Retno, terdapat beberapa permasalah teknis yang terjadi di lapangan salah satunya terkait dengan responden. Dia menyebut sejumlah responden, menolak mengisi survei dengan alasan adanya tekanan atau intimidasi, sehingga membuat tingginya angka pemilih yang belum menentukan pilihannya (undecided voter).