Cak Imin Singgung Polemik Dana Pembangunan Al Khoziny yang Disorot Politisi
·waktu baca 2 menit

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyinggung polemik amburknya masjid di Pondok Pesantren Al Khoziny dalam pidatonya di penutupan Musabaqoh Qiraatil Kutub di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (9/11).
Ia menilai pemerintah dan para politisi harus benar-benar memahami kebutuhan masyarakat, terutama lembaga pendidikan berbasis pesantren.
"Kemarin beberapa waktu yang lalu ada geger-geger setelah musibah yang berat di Al Khoziny, geger-geger politisi ada yang menolak, ada yang mendukung APBN masuk, jawaban Al Khoziny apa? Kami membiaya sendiri juga bisa kok, kapokmu kapan?" ujar Cak Imin.
Cak Imin mengatakan, pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kemandirian bangsa sejak sebelum kemerdekaan. Menurutnya, pembangunan nasional tidak akan berhasil tanpa melibatkan kekuatan masyarakat yang selama ini menjadi pilar budaya dan pendidikan.
"Negara itu seberapa sih kekuatannya? Sangat terbatas. Pendidikan kita, kemandirian kita tidak mungkin ditangani oleh pemerintah sendiri, pasti sebagian besar adalah karena keberdayaan dan partisipasi masyarakat, termasuk pendidikan," kata dia.
Ia menjelaskan, pesantren merupakan contoh nyata lembaga pendidikan yang mampu berdiri mandiri tanpa membebani negara.
"Pesantren yang mengelola pendidikan dari zaman sebelum kemerdekaan, doktrin-doktrinnya telah mampu membangun karakter, membangun nilai, membangun kultur, tidak pernah memberatkan orang lain, tidak pernah membebani, bahkan pesantren itu dibantu senang, enggak dibantu juga nggak apa-apa karena mandiri," tutur Cak Imin.
Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan bahwa politisi yang memiliki visi kebangsaan harus memperjuangkan agar seluruh kekuatan kultural, termasuk pesantren, diberi ruang dalam pembangunan.
"Komitmen politisi yang memiliki visi adalah bahwa seluruh kekuatan yang mampu membangun basis-basis kultural sekaligus menjadi faktor pembangunan harus mendapatkan tempat. Karena pembangunan tidak akan pernah berhasil kalau semua faktor-faktor penting yang memiliki peran tidak dilibatkan," tandas dia.
