Cak Imin: Situasi Perang, Kita Harus Antisipasi Pangan-Energi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengikuti pelantikan menteri dan kepala lembaga tinggi negara Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengikuti pelantikan menteri dan kepala lembaga tinggi negara Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO

Menko Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengungkapkan Indonesia harus bersiap diri dalam menghadapi situasi global saat ini.

"Dengan situasi perang, kita harus bersiap diri," kata Cak Imin usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3).

Cak Imin optimis, dengan kondisi saat ini, Indonesia siap menghadapi gejolak geopolitik yang terjadi.

"Insyaallah dengan kondisi kita, kita akan antisipasi pangan kita, energi kita, persatuan dan kesatuan kita. Semuanya insyaallah optimis," tutur dia.

Dia mengatakan, pertemuan itu membahas secara komprehensif seluruh keperluan yang harus dipersiapkan. Termasuk soal kerja sama multinasional.

"Ya tentu semua kita bahas secara komprehensif. Intinya yang paling utama adalah kepentingan nasional," jelas Cak Imin.

"Kepentingan bangsa kita adalah yang paling utama dalam semua aspek kerja sama dengan siapapun," sambungnya.

Presiden Prabowo Subianto mengundang presiden dan wakil presiden terdahulu serta sejumlah mantan Menlu di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Prabowo mengundang para presiden dan wakil presiden RI terdahulu ke Istana Negara, Jakarta. Selain mereka, Prabowo mengundang ketua umum partai politik hingga mantan menteri luar negeri.

Prabowo meminta pandangan para tokoh yang diundang untuk bertukar pikiran terkait banyak hal. Termasuk soal kondisi geopolitik.