Cak Imin Soal Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional: Kita Pasrah
·waktu baca 1 menit

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menanggapi usulan agar Presiden ke-2 Soeharto mendapatkan gelar pahlawan nasional
Cak Imin menuturkan, dirinya hanya bisa pasrah dan menyerahkan keputusan masalah ini kepada kementerian terkait.
“Kita pasrah, kita serahkan pada mereka,” kata Cak Imin kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/4).
Menurutnya, kementerian yang berwenang pasti bijak dalam memutus apakah seorang tokoh layak mendapat gelar pahlawan nasional atau tidak.
“Ya tentu kementerian terkait, baik itu Kemensos, Kemenkopolkam, kemudian Dewan Kehormatan dan Jasa benar-benar mempertimbangkan seluruh masukan-masukan yang ada,” ujar Ketua Umum PKB ini.
Sebelumnya Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut Soeharto berpeluang untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun ini.
Menurutnya, Soeharto bisa jadi pahlawan nasional karena telah dicabutnya Ketetapan (TAP) MPR Nomor XI/MPR/1998 soal korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang memuat nama Soeharto.
Menurut Gus Ipul, nama Soeharto sejak 2010 sudah diusulkan menjadi pahlawan nasional. Namun, adanya nama Soeharto di TAP MPR itu menjadi kendala. TAP MPR itu baru dicabut pada 2024.
Selain Soeharto, menurut Gus Ipul, yang tahun ini berpeluang mendapatkan gelar pahlawan nasional adalah Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
