Cak Imin Tak Ngotot Pemilu Ditunda: Kalau Jokowi Tolak, Namanya Juga Usaha

Ketum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Abdullah Syukri mengatakan pihaknya tegas menolak usulan penundaan pemilu maupun perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Hal ini disampaikan Abdullah di hadapan para kader PMII, Wapres Ma'ruf Amin, hingga Ketum PKB sekaligus Ketua Mabinas PMII Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
"Isu penundaan pemilu maupun penambahan masa jabatan presiden sampai 3 periode. Sikap PMII jelas bersama rakyat menolak itu semua. Kami tidak ingin sikap ideologisasi kita ditunggangi kepentingan politik yang tidak bertanggung jawab sehingga justru merusak organisasi kita, sehingga merusak pergerakan tulus kita," kata Abdullah dalam sambutan acara Puncak Peringatan Harlah PMII yang ke-62 Tahun, Senin (18/8).
"Namun saya sebagai Ketum PB PMII menginstruksikan kepada seluruh kader menyampaikan pendapatnya dengan kedepankan adat dan ahlak karimah karena itu ciri khas kader muda NU," imbuh dia.
Cak Imin kemudian menanggapi pernyataan Abdullah. Sebelumnya, ia merupakan salah satu elite parpol yang mengusulkan penundaan pemilu.
Cak Imin menerangkan dirinya sempat disinggung Ma'ruf sebelum naik ke panggung karena beda sikap dengan Abdullah. Namun, Cak Imin menegaskan, hal itu seharusnya tak menjadi persoalan di negara demokrasi.
"Saya sebelum naik panggung ditegur Kiai Ma'ruf, Ketua PMII menolak pemilu ditunda, yang mau pidato [saya] yang usul pemilu ditunda. Hehe. Namanya usul masa enggak boleh? Emang negara demokrasi enggak boleh usul? Ya kalau PMII nolak enggak apa-apa, namanya negara demokrasi, ya boleh ditolak," kata Cak Imin dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Cak Imin menilai, banyak progres di pemerintahan yang tertahan akibat pandemi COVID-19. Menurut dia, usulan penundaan pemilu adalah caranya membantu pemerintah agar mendapat kepuasan dari masyarakat.
"Saya itu usul dalam rangka menolong Kiai Ma'ruf dalam rangka menolong rakyat. Kenapa menolong Kiai Ma'ruf? Supaya nanti kalau di akhirat [enggak] ditanya [pemerintah] kurang ini kurang itu, karena 2 tahun pandemi enggak bisa apa-apa. Umpamanya," tutur Wakil Ketua DPR RI itu.
"Kan ada pandemi 2 tahun. Stuck, lho, enggak ngapa-ngapain. Kita pertemuan susah, anggaran di DPR sulit, IKN belum tergarap sama sekali, wajar kalau ada usul itu. Kalau ditolak enggak papa namanya juga usulan," tambahnya.
Cak Imin tak mempermasalahkan jika usulannya ditolak banyak pihak termasuk Presiden Jokowi. Namun ia berpendapat, hal sebatas usulan seharusnya tak menjadi polemik.
"Saya makasih walaupun beda sama Pak Abdullah. Demokrasi itu bebas usul bebas nolak. Dan usul diterima ditolak enggak perlu demo. Namanya usul kok pakai demo? Apalagi demonya pake gebuk-gebukan," papar Cak Imin.
"Saya enggak ngotot. Saya hanya menyatakan usulan. Kalau ininya nolak ya samina wa atho'na, ya gitu aja. Apalagi Pak Presiden dah jelas [sikapnya] seperti itu. Namanya juga usaha," tutupnya.
PMII menggelar acara puncak harlah yang ke-62 di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua MPR Fraksi PKB Jazilul Fawaid, Ketua KPU Hasyim Asyari, hingga Kapolri Listyo Sigit,
