Cak Imin Usul Pemilu 2024 Ditunda 1 hingga 2 Tahun
ยทwaktu baca 3 menit

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kembali mengungkit wacana penundaan Pemilu 2024. Ia mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun karena alasan ekonomi.
Hal ini disampaikan Cak Imin usai menerima aspirasi dari sejumlah pelaku UMKM, pebisnis, dan analis ekonomi dari berbagai perbankan di Gedung DPR, Senayan.
"Saya mengusulkan Pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun. Ditunda satu atau dua tahun agar momentum perbaikan ekonomi ini tidak hilang. Dan kemudian tidak terjadi freeze untuk mengganti stagnasi selama 2 tahun masa pandemi," kata Cak Imin kepada wartawan, Rabu (23/2).
"Ya setahunlah, kalau enggak 2 tahun maksimal. Moga-moga usulan saya nanti, saya sampaikan ke teman-teman pimpinan-pimpinan partai, saya usulkan ke Pak Presiden," imbuh dia.
Menurut Cak Imin, terutama memasuki 2022, para pelaku ekonomi sangat optimistis dan memiliki kecenderungan positif yang luar biasa. Ia melihat akan banyak momentum ekonomi untuk recovery terhadap dua tahun pandemi yang tidak efisien, menyusul mulai berdenyutnya ekonomi yang cukup baik pada 2021.
Cak Imin menambahkan, para pengusaha menyampaikan bahwa pada 2022-2023, akan ada tren dan momentum perbaikan yang dahsyat dan peluang untuk Indonesia bangkit lebih baik dibandingkan negara mana pun.
"Nah, beranjak dari masukan itu dan hasil kunjungan saya ke berbagai daerah setelah mengalami masa dua tahun, [dapat] dibilang [ada] inefisiensi pandemi dan stagnasi kegiatan sosial politik ekonomi masyarakat dan terutama UMKM. UMKM mengalami masa sulit," papar dia.
"Tetapi saya bilang tidak hanya ekonomi, sosial pendidikan juga mengalami stagnasi dua tahun. Dari kunjungan saya ke daerah dan melihat prospek yang sangat politis ke depan, momentum ini tidak boleh diabaikan," lanjut dia.
Cak Imin menekankan, jika Pemilu 2024 tetap dilaksanakan pada Februari berpotensi mengganggu prospek ekonomi yang baik. Sebab itu, ia berharap usulannya terkait penundaan Pemilu 2024 akan diterima.
"Pemilu itu biasanya ada 3 kondisi, pertama para pelaku ekonomi melakukan freeze, pembekuan-pembekuan. Freeze atau pembekuan, wait and see and stop agresivitas ekonomi saat pemilu. Kedua, transisi kekuasaan dan pemerintahan itu biasanya mengakibatkan uncertainty economy," ujarnya.
"Sehingga mengganggu suasana momentum yang sangat bagus, apalagi pasca G20 ini. Ketiga, pemilu itu juga dikhawatirkan, moga-moga tidak terjadi, eksploitasi ancaman konflik," tambahnya.
Cak Imin menegaskan ia tak mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden, maupun revisi UU Pemilu. Usul penundaan pemilu satu atau dua tahun adalah murni inisiatifnya.
"Ya nanti kita lihat saja, apakah mungkin bisa diundur atau tidak. [Itu] Usulan saya, usulan saya. [Jabatan presiden] enggak diundur, pelaksanaan pemilu saja," jelas Cak Imin.
"Usulan saja, nanti kan tergantung partai-partai. Ya diundur saja, [lainnya] enggak ada yang diubah," tandas dia.
Dalam pertemuan dengan kalangan dunia usaha itu, Cak Imin didampingi Sekjen PKB sekaligus Anggota DPR RI Hasanuddin Wahid, Ketua Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal, Sekretaris Fraksi Fathan Subhi, Ketua Komisi VI Faisol Riza serta Ketua DPP PKB Ahmad Iman.
