Cak Imin Yakin Prabowo di Jalan yang Benar, Singgung soal UU Reforma Agraria

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai pengesahan Undang-Undang Reforma Agraria menjadi salah satu prestasi terbesar DPR periode ini. Dia meyakini langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong reforma agraria dapat membawa perubahan bagi kehidupan petani dan masyarakat kecil.
Hal itu disampaikan Cak Imin saat melantik pengurus Dewan Pengurus Nasional (DPN) Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) masa khidmat 2026-2031 di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).
Menurutnya, lahirnya UU Reforma Agraria merupakan hasil perjuangan konkret Gerbang Tani bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan berbagai pihak.
“Saya yakin Pak Prabowo akan melaksanakan Reforma Agraria. Tahun lalu, Tahun ini dibuat Undang-Undang Reforma Agraria,” kata Cak Imin dalam sambutannya.
Cak Imin menyebut UU Reforma Agraria sebagai capaian yang patut dibanggakan oleh DPR periode ini. Dia bahkan mengibaratkan undang-undang tersebut sebagai proklamasi kedua bagi petani karena membuka peluang bagi masyarakat kecil dan kelompok yang selama ini terpinggirkan untuk memperoleh kepastian atas lahan pertanian.
“Terus, ini harus kita banggakan. DPR periode ini, prestasi terhebatnya adalah membuat Undang-Undang Reforma Agraria,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi seluruh fraksi di DPR yang terlibat dalam pembahasan hingga pengesahan UU Reforma Agraria. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi petani, tetapi juga bagi masyarakat miskin dan kelompok yang selama ini menantikan kepastian akses terhadap lahan serta kesempatan memperbaiki kehidupan ekonomi.
“Kita bangga dengan teman-teman yang ada di Gerbang Tani yang berkolaborasi dengan KPA dan seluruh pejuang-pejuang petani dan agraria yang berhasil mengegolkan Undang-Undang Reforma Agraria yang telah disahkan oleh DPR. Dan PKB sangat mengapresiasi semua partai-partai fraksi-fraksi yang sangat mulia menghasilkan undang-undang reforma agraria,” kata Cak Imin.
Cak Imin menambahkan, pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) menjadi langkah penting pemerintah untuk memastikan pelaksanaan reforma agraria. Dia menilai keberadaan lembaga tersebut menunjukkan komitmen pemerintahan Prabowo dalam memberikan kepastian lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat kecil.
“Ini prestasi Pak Prabowo yang saya kira harus disyukuri melahirkan BRAN, Badan Reformasi Agraria ini adalah prestasi yang sangat fundamental. Bahkan teman-teman pejuang reforma agraria menyebut ini adalah proklamasi yang kedua,” tuturnya.
Reforma Agraria Jalan Benahi Persoalan
Cak Imin mengatakan, persoalan petani dan nelayan perlu diselesaikan melalui kebijakan yang menyentuh akar masalah, bukan sekadar solusi parsial. Dia menilai reforma agraria merupakan salah satu jalan untuk membenahi persoalan struktural, terutama ketimpangan penguasaan tanah dan belum meratanya kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Dia pun menyatakan keyakinannya terhadap langkah yang ditempuh Prabowo. Menurutnya, pemerintah tengah berupaya mencari jalan-jalan baru untuk menyelesaikan persoalan bangsa, termasuk persoalan ekonomi dan sektor pertanian.
“Saya yakin jalan yang ditempuh Pak Prabowo benar,” kata Cak Imin.
Dia mencontohkan perbaikan tata kelola pupuk yang menurutnya mulai dirasakan petani. Cak Imin mengaku telah bertemu dengan Direktur Utama holding pupuk dan mendapat penjelasan mengenai efisiensi serta keuntungan perusahaan. Dia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan petani dan keberlangsungan industri dapat berjalan beriringan.
“Petaninya seneng, pabriknya untung, malah bikin-bikin pabrik baru. Terus-menerus akan lebih baik lagi. Kan bisa ternyata!” ujarnya.
Cak Imin menegaskan, PKB akan mendukung upaya pemerintah mencari solusi struktural bagi persoalan masyarakat. Dia berharap kolaborasi dengan pemerintahan Prabowo terus berjalan, termasuk dalam memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan.
“Kepada Pak Prabowo kita doakan semoga bersama kita terus, amin,” ucapnya.
Lima Transformasi Gerbang Tani
Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin meminta lima transformasi yang telah dirumuskan Gerbang Tani dijadikan proyek sosial PKB. Dia ingin program tersebut tidak berhenti sebagai gagasan organisasi, tetapi dijalankan dengan melibatkan berbagai generasi muda dan masyarakat di daerah.
Menurutnya, lima transformasi itu dapat menjadi bagian dari upaya PKB membuktikan gagasan sosialisme Islam melalui pemberdayaan masyarakat. Dia menyebut Gerbang Tani memiliki peran penting untuk menggerakkan perjuangan tersebut hingga menyentuh kebutuhan petani dan nelayan.
“Saya mengusulkan semua lima transformasi itu kita jadikan proyek sosial PKB yang melibatkan semua generasi muda untuk terlibat,” kata Cak Imin.
Sementara Ketua Umum DPN Gerbang Tani Idham Arsyad menjelaskan lima transformasi yang menjadi agenda organisasi untuk masa khidmat 2026-2031. Pertama, transformasi agraria dengan menjadikan reforma agraria sebagai program utama serta mengawal penyelesaian konflik dan redistribusi tanah bagi petani.
Kedua, transformasi ekonomi rakyat melalui pengembangan kawasan ekonomi produktif berbasis tanah hasil redistribusi, pembangunan infrastruktur produksi, koperasi, industri pengolahan lokal, hingga kepastian pasar. Ketiga, transformasi ekologis dengan memastikan pengelolaan tanah, hutan, dan laut berjalan adil serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Keempat, transformasi keorganisasian melalui penguatan serikat tani dan organisasi nelayan, pembenahan struktur organisasi, pendirian sekolah kader tani, serta pengembangan pusat kajian dan data Gerbang Tani. Kelima, transformasi pendanaan dengan membangun badan usaha dan dana abadi agar organisasi dapat berdiri secara mandiri.
Idham mengatakan, lima transformasi tersebut disusun agar Gerbang Tani tidak hanya menjadi organisasi yang kuat secara sosial, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi, kapasitas pengetahuan, dan kelembagaan yang profesional.
“Untuk sampai ke sana, Saudara-saudara, ada lima transformasi yang telah kita putuskan di dalam rapat kerja tadi siang,” kata Idham.
Idham menegaskan, perjuangan reforma agraria tidak cukup dilakukan melalui kegiatan amal atau bantuan sesaat. Menurutnya, perubahan harus menyentuh struktur penguasaan tanah, memperkuat organisasi petani dan nelayan, serta mendorong kebijakan politik yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Dia berharap pengurus baru Gerbang Tani dapat mengawal lima transformasi tersebut melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Dengan begitu, perjuangan organisasi dapat dirasakan langsung oleh petani dan nelayan, bukan hanya menjadi agenda menjelang pemilu.
“Kepada pengurus Gerbang Tani, sepulang dari sini, lima transformasi itulah menjadi pekerjaan kita bersama. Pilihlah pekerjaan-pekerjaan bersama warga masyarakat, sepakati apa yang mau kita perjuangkan, lalu perjuangkan sampai ada keputusan yang bisa mereka rasakan,” pungkas Idham.
