Cak Nun Alami Pendarahan Otak, Dilarikan ke RSUP Dr Sardjito

6 Juli 2023 14:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
21
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Cak Nun dalam acara "Sinau Bareng Mbah Nun dan Kyai Kanjeng" di Ponpes Segoro Agung Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (26/12/) malam. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Cak Nun dalam acara "Sinau Bareng Mbah Nun dan Kyai Kanjeng" di Ponpes Segoro Agung Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (26/12/) malam. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Budayawan Emha Ainun Nadjib (70) atau yang akrab disapa Cak Nun dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta. Ia mengalami pendarahan di otak.
ADVERTISEMENT
Awalnya, kabar itu beredar di grup WhatsApp Jamaah Maiyah. Dalam pesan di grup itu, Cak Nun disebut tak sadarkan diri.
"Mohon doanya teman-teman, Cak Nun gak sadarkan diri dirawat di RS Sarjito ada pendarahan otak. Sungguh mohon keikhlasan doa dari teman-teman semua," bunyi pesan di grup WhatsApp Jamaah Maiyah seperti diterima mili.id, Kamis (6/7/2023).
Cak Nun adalah pendiri Majelis Masyarakat Maiyah, "sekolah" yang cikal bakalnya berasal dari pengajian Padangmbulan yang diasuh Cak Nun.
Kabar sakitnya Cak Nun dibenarkan Dr Suko Widodo, sahabat dekat Cak Nun.
"Setelah mendapat informasi, saya mencoba konfirmasi. Dan kabar itu benar," ungkap Suko kepada mili.id.
Namun, dosen Unair ini belum mengetahui secara pasti kondisi terbaru budayawan asal Jombang, Jawa Timur, itu.
ADVERTISEMENT
"Saya sebagai sahabat dekat beliau, tentunya mendoakan yang terbaik bagi Cak Nun. Semoga Cak Nun diberikan kesembuhan oleh Allah dan sehat kembali," tutur Suko.
Emha Ainun Najib alias Cak Nun berbicara di acara temu awak media. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Cak Nun Manusia Multidimensi

Cak Nun mendapat julukan manusia multidimensi karena kepiawaiannya dalam beragam bidang, seperti pemikiran/keilmuan, seni dan sastra, hingga agama. Dia terkenal dengan kelompok gamelan Kiai Kanjeng, pengajian Padangmbulan, dan terakhir majelis Maiyah. Tulisannya juga terkenal cerdas, bernas, dan menggelitik.
"Pemihakannya pada wong cilik menempatkan dia pada posisi selalu diawasi. Apalagi ketika Soeharto masih berkuasa. Tapi semakin diawasi dan ditekan, semakin produktif, karyanya banyak dan bermutu," begitu kesan budayawan Taufik Ismail tentang Cak Nun dikutip dari situs Cak Nun.
Novia Kolopaking, istri Cak Nun. Foto: Alexander Vito/kumparan
Cak Nun salah satu tokoh yang diundang Soeharto ke Istana untuk dimintai nasihat menjelang presiden kedua RI itu mengakhiri kekuasaan 32 tahunnya.
ADVERTISEMENT
Cak Nun menikah dengan Neneng Suryaningsih pada 1978 dan bercerai pada 1985. Pasangan ini memiliki anak bernama Noe yang kemudian menjadi vokalis grup Letto. Pada 1997, Cak Nun menikah dengan artis Novia Kolopaking dan memiliki beberapa anak.