Calon Suami Yakin Jesslyn Dibawa Paksa: Ada 5 Orang Berbadan Besar dan Tinggi

Calon suami Jesslyn, Evan (37), meyakini calon istrinya menjadi korban penculikan setelah menerima keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi saat Jesslyn terakhir terlihat yakni Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7).
Evan mengatakan, terakhir kali komunikasi dengan Jesslyn sekitar pukul 19.00 WIB sesaat setelah calon istrinya tiba di restoran untuk merayakan ulang tahun neneknya. Setelah itu, komunikasi dengan Jesslyn terputus.
“Terakhir komunikasi itu jam tujuh malam. Begitu sampai, dia WA saya, kemudian saya balas. Setelah itu tidak ada respons apa-apa lagi dari Jesslyn,” kata Evan kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
Karena tak kunjung mendapatkan kabar, Evan mendatangi restoran pukul 21.30 WIB. Namun setibanya di sana, Jesslyn sudah tidak ada. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ia meyakini calon istrinya tidak pergi secara sukarela.
Selain itu, para saksi menyebut pelaku yang menculik Jesslyn berjumlah lima orang dengan postur tinggi besar.
“Menurut keterangan pegawai restoran, pada saat dibawa paksa itu ada permintaan tolong, kemudian ada perlawanan dari Jesslyn juga,” ujar Evan.
“Ada lima orang. Ciri-cirinya berbadan besar, tinggi, salah satunya pakai jaket kuning, memakai topi,” Evan menambahkan.
Sementara itu kuasa hukum Evan, Andi Darti, memperkuat dugaan tersebut dengan kondisi apartemen Jesslyn yang seluruh barang pribadinya masih tersimpan dan tak menunjukkan adanya persiapan bepergian jauh.
“Barang-barang pribadinya masih lengkap. Kalau memang dia mempersiapkan diri untuk bepergian ke tempat yang cukup jauh, setidak-tidaknya alat-alat pribadinya seperti obat-obatan, makeup itu pasti dia persiapkan,” kata Andi.
Di lain sisi, Andi menyebut buket bunga dan kue yang dibawa Jesslyn juga masih ditemukan di lokasi.
“Di lokasi kejadian juga kita masih mendapati buket bunga sama kue yang dibawa oleh Jesslyn,” tambah Andi.
Ia juga mengungkapkan penyidik disebut sempat mendatangi kediaman orang tua Jesslyn untuk mencari informasi terkait keberadaan korban. Tetapi upaya tersebut tak mendapatkan respons yang diharapkan.
“Dari olah TKP kemarin penyidik sempat mendatangi kediaman orang tua Jesslyn, tapi ternyata ditolak oleh pihak keluarga dan keberatan dengan kehadiran pihak penyidik ke lokasi,” ujar Andi.
Ia mempertanyakan sikap tersebut karena menurutnya, keluarga seharusnya dapat membantu penyidik apabila ada anggota keluarganya yang sedang dicari.
“Seharusnya jika ada pihak kepolisian yang mengabarkan bahwa ada anggota keluarganya yang diduga hilang, dari pihak keluarga bisa merespons dengan baik. Kami juga tidak mengerti kenapa seperti itu,” tutur Andi.
Sebelumnya, atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay (32) diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7).
Pihak kepolisian mengungkap Jesslyn terdeteksi melakukan perjalanan ke Malaysia lewat Semarang, sehari setelah peristiwa dugaan penculikan tersebut terjadi.
