Camat Cibalong: Tak Ada Warga yang Pungut Bekas Pemusnahan Amunisi TNI di Garut
·waktu baca 1 menit

Kasus tewasnya 4 anggota TNI dan 9 warga sipil saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut masih menimbulkan tanya. TNI sendiri masih menyelidiki kenapa ada warga sipil berada di lokasi.
Sebelumnya sempat beredar kabar, kalau warga berbondong-bondong ke lokasi untuk mengambil sisa ledakan untuk dikumpulkan dan dijual.
Camat Cibalong Faizal mengatakan, hal tersebut tidaklah benar karena area itu dijaga ketat TNI.
“Kalau untuk pemulung saya katakan tidak. Karena kita pahami bersama ketatnya masuk akses area itu sudah sulit. Kalau pemulung yang disampaikan di media-media berbondong-bondong bahkan pakai motor, tidak ada,” kata Faizal saat ditemui di Kantor Kecamatan Cibalong, Rabu (14/5).

Dia menyebut, tak ada yang bisa dipungut dari aktivitas pemusnahan amunisi. Adapun selongsongnya, kata dia dibawa kembali oleh pihak TNI.
“Kecuali petinya,” kata dia.
Menurutnya, TNI yang menyelenggarakan pemusnahan amunisi bertanggung jawab penuh atas kegiatan itu, khususnya terkait insiden yang terjadi tempo hari, atau Senin (12/5).
“Kalau ada kaca pecah diganti langsung Pak Penuh Pak Dan itu ada dari Babinsa, kami hingga RT yang turun,” pungkasnya.
