Canda Anies soal Singkatan SCBD Jadi Sudirman Citayam Bojonggede Depok
·waktu baca 2 menit

Fenomena ABG Citayam dan Bojonggede yang "kuasai" kawasan MRT Dukuh Atas memang tengah menjadi sorotan. Mereka datang memang hanya untuk kongko atau sekadar membuat konten TikTok.
Hingga akhirnya muncul sebuah istilah baru dari SCBD yang semula merupakan singkatan dari Sudirman Central Business District menjadi Sudirman, Citayam, Bojonggede dan Depok.
Wartawan sempat menanyakan tanggapan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melihat SCBD yang kini juga jadi singkatan bagi anak nongkrong ABG Citayam.
Saat itu Anies baru saja menghadiri pembukaan Forum Transit Oriented Development untuk membahas pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan kawasan UOB Tower dan MRT Dukuh Atas di kawasan Thamrin Nine, Jakarta Pusat.
Mendengar pertanyaan tentang SCBD awalnya Anies terlihat heran.
“SCBD, hah?” respons Anies heran.
“Iya Pak, Sudirman Citayam Bojonggede Depok,” sambung salah satu wartawan menjelaskan.
Mendengar singkatan tersebut Anies dan jajarannya sontak tertawa.
“Itu onground, ini (yang sedang dibahas) underground,” sambung Anies sambil tertawa.
“Kita butuh FGD (Focus Group Discussion) khusus soal ini,” sambil tersenyum.
Anies lalu menjelaskan kembali soal SCBD bagi AGB Citayam dan fasilitas publik di kawasan Sudirman yang kini bisa dinikmati masyarakat semua kalangan. Dia menilai, kehadiran anak SCBD ini membuktikan pembangunan ruang ketiga di sana berhasil.
“Soal SCBD (Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok), bagaimana kita menyiapkan ruang ketiga menjadi ruang yang menyetarakan. Mereka yang datang memiliki pengalaman baru, dan boleh datang darimana saja,” jelas Anies.
“Saya mengistilahkan demokratisasi Jalan Jenderal Sudirman. Karena menjadi milik semua siapa saja bisa datang menikmati dan orang tua bawa anak-anak jalan sambil dengan mudah mereka bilang 'Nak kau belajar yang rajin Nak ya, biar suatu saat kau bisa kerja di gedung ini', tutur Anies.
