Canda Cak Imin: NU Sudah Agak Lupa dengan Lingkungan
·waktu baca 2 menit

Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyindir sikap NU saat ini. Dia menilai, kini NU sudah agak lupa dengan lingkungan.
Cak Imin menyampaikan ini dalam pembukaan International Conference on The Transformation of Pesantren. Sebelum sampai pada pernyataan itu, Cak Imin menyinggung salah satu sekolah industri di Bekasi.
"Pak Saifullah Maksum mengunjungi sekolah SMK industri di Bekasi. Kesimpulannya sekolah ini sekuler banget enggak ada urusannya sama nilai. Begitu sampai sana, yang terjadi, ini sekolah lebih islami dari sekolah mana pun, padahal ini full sekuler," kata Cak Imin dikutip dari YouTube resmi DPP PKB, Rabu (25/6).
Setelah itu, Cak Imin lalu menyinggung soal NU yang dinilai lupa dengan lingkungan. Pernyataan ini disambut tawa oleh hadirin.
"Ini sekolah lebih NU dari NU, karena pro lingkungan. NU sudah agak lupa dengan lingkungan," kata Cak Imin sambil tertawa kecil.
"Jangan terlalu serius bahaya ini," sambungnya disambut tawa hadirin.
Menko Pemberdayaan Masyarakat itu mengatakan, tidak ada kata lain yang harus dilakukan pesantren saat ini selain percepatan. Indonesia saat ini memiliki segala potensi dan kesempatan yang harus dimaksimalkan.
"Harapan yang diberikan kepada kita semua keluarga besar pesantren di Indonesia untuk menjadi solusi keislaman ke Indonesiaan nilai-nilai yang relevan dengan tantangan zaman," tutur dia.
"PKB siap memfasilitasi semua level untuk menjadi kemajuan-kemajuan pemerintah dan pesantren, industri dan pesantren-pesantren, industri dan pemerintah nasional maupun global," ucap dia.
Belakangan NU memang tengah jadi sorotan karena perdebatan soal tambang di Raja Ampat. Ketua PBNU Ulil Abshor Abdala atau Gus Ulil sempat menyebut kata-kata Wahabi Lingkungan.
Di kesempatan terpisah, Gus Ulil mengatakan, istilah tersebut bukan ditujukan pada isu spesifik seperti polemik pertambangan di Raja Ampat, melainkan kritik terhadap pandangan ekstrem dalam aktivitas lingkungan.
"Jadi sebetulnya sikap saya itu terkait dengan kontroversi mengenai soal Raja Ampat itu. Itu tidak spesifik mengenai soal Raja Ampat. Saya ingin menegaskan bahwa kita harus mempunyai visi yang clear tentang masalah sumber daya alam ini," kata Gus Ulil usai konferensi pers ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) di Gedung Graha Oikumene, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (23/6).
