Canda Jokowi ke Siswa SD di IKN: Ambil Sepedanya, Bisa Ditukar Mobil Itu

Presiden Jokowi hadir dalam Festival Harmoni Budaya Nusantara di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (3/11). Seperti biasa, Jokowi memberikan kuis berhadiah sepeda untuk siswa yang hadir dalam acara.
Acara sempat dibuka dengan berbagai tarian khas suku-suku di Kalimantan. Rupanya, ini jadi bagian dari pertanyaan yang dilontarkan Jokowi untuk para siswa SD yang hadir di acara itu.
Ada dua siswa yang maju ke panggung. Mereka berdiri di kiri dan kanan Jokowi. Pertanyaan utama sebenarnya bukan soal tarian, tapi hafalan Pancasila.
Siswa pertama yang maju, yakni Arya. Arya bisa menyebutkan tarian yang ditampilkan dan membacakan Pancasila dengan lengkap.
"Mau diberi hadiah sepeda enggak?" tanya Jokowi.
"Mau, Pak," jawab Arya.
Jokowi lalu meminta Arya mengambil sepeda yang sudah disiapkan. Jokowi lalu berkelakar sepeda itu bisa ditukar dengan mobil.
"Itu diambil sepedanya. Itu sepedanya bukan sepeda biasa. Ditukar mobil bisa itu, karena ada tulisannya. Yang mahal tulisannya “Hadiah Presiden Jokowi” itu yang mahal," kata Jokowi disambut tawa hadirin.
Jokowi tampak didampingi Mensesneg Pratikno dan Menko PMK Muhadjir Effendy.
Anak kedua yang maju bernama Ratu. Ratu mendapat pertanyaan soal suku-suku yang ada di Kalimantan dan membacakan Pancasila. Meski tak bisa menyebutkan suku, Ratu bisa dengan lancar menyebutkan Pancasila.
Hadiah sepeda bisa dibawa pulang Ratu.
Jokowi mengatakan sudah tiga bulan terakhir dia bolak-balik IKN untuk memulai berbagai pembangunan infrastruktur. Tapi, pembangunan sumber daya manusia lewat budaya tidak bisa dilupakan.
"Dengan pembangunan IKN, Kalimantan Timur khususnya akan menjadi muara bertemunya berbagai budaya berinteraksi. Kita harapkan berinteraksi nantinya dengan baik, hidup rukun dan harmonis, menjaga dan melestarikan dan mengembangkan identitas budaya lokal dan nilai-nilai dan tradisi masyarakat di Kalimantan Timur," jelas dia.
"Karena itu perlu dibangun kesadaran bersama pentingnya sikap saling menghormati, sikap saling menghargai keragaman, dan menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai sebuah kekuatan untuk membangun harmoni, kebersamaan, dan persatuan," ucap dia.
