Canda Kabareskrim: Kalau Anak Engga Mau Makan, Dilaporkan ke Polisi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, mengungkapkan pentingnya peran polisi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dia menyebutkan, hidup mati sebagai polisi harus senantiasa menjalankan tugasnya sebagai abdi masyarakat.

"Ketika di suatu tempat orang mau melahirkan ada polisi juga, minta polisi antarkan. Ketika anaknya enggak mau makan, dilaporkan ke Polisi. Hahahaha. Polisi harus selalu hadir dalam masyarakat," canda Ari di sela acara di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (29/8).

Selain menciptakan keamanan, menurut Ari, polisi juga harus bisa memberikan pengayoman dan melindungi harapan masyarakat. Namun, di sisi lain, polisi harus selalu tegas dalam menegakkan hukum.

"Memenjarakan orang itu sebenarnya melanggar HAM. Kenapa? karena dalam aturan, orang itu harus diberi kebebasan. Tapi kita harus berbuat apa?" ungkap Ari.

Menurut Ari, keamanan dan ketertiban masyarakat ditentukan dari sosok pemimpinnya. Ia juga menilai selain kemampuan dalam mengelola kamtibmas, kemampuan intel untuk mendeteksi adanya intoleransi juga penting.

"Untuk bisa memetakan potensi (kerusuhan) kalau bicara intoleransi, kita harus mengetahui, ini siapa yang punya beda dan dimana. Kalau di Banten atau wilayah Polda Metro Jaya, itu mungkin dari kelompok Islam. Tapi kalau di Tapanuli Utara, itu dari kelompok Kristen. Kalau di Bali dari kelompok agama Hindu karena minoritas Islam," jelas Ari.