Canda PKB: Belum Ada Pertemuan Koalisi Prabowo Sampai September, Bubar Kali
ยทwaktu baca 2 menit

Tak cuma Koalisi Perubahan yang mengusung Anies yang punya masalah dengan jadwal pertemuan. Koalisi pengusung Prabowo juga ternyata belum bertemu lagi setelah deklarasi.
Waketum PKB Jazilul Fawaid menyebut sejauh ini Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) belum bertemu kembali usai deklarasi dukungan Golkar dan PAN ke Prabowo Subianto. Sehingga, tak ada perkemgangan signifikan dalam koalisi tersebut.
"Sejauh ini belum ada perkembangan yang signifikan, baru komunikasi saja belum, duduk secara resmi empat partai yang ada," kata Jazilul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/8).
"Kalau sudah duduk secara resmi saya pikir akan lebih ada perkembangan yang lebih signifikan. Jadi sejak diumumkan belum ada yang signifikan," sambungnya.
Terkait rencana pertemuan KKIR, ia menyebut hal itu tergantung kesempatan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketum PAN Zulkfili Hasan (Zulhas).
"Nah, itu ketum-ketum partai yang akan mengagendakan bersama Pak Prabowo dan Gus Muhaimin. Ya, kalau lihat dari sisi waktu sudah makin mepet ya, mungkin akan lebih cepat," ucapnya.
Dia pun berkelakar, KKIR mungkin saja bisa dikatakan bubar jika pada awal September tak kunjung ada pertemuan antarketum.
"Saya kurang tahu persis ya, kalau tidak ada kabar sampai awal September mungkin kabarnya bubar kali, ya," seloroh Wakil Ketua MPR itu.
Saat ini KKIR menjadi koalisi gemuk yang mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Prabowo pun dihadapkan pada pilihan cukup sulit untuk memilih cawapres.
PKB tetap kekeh mengusulkan Cak Imin, Golkar mengajukan Airlangga dan Ridwan Kamil. Sedangkan PAN ingin Prabowo maju bersama Erick Thohir atau Muhadjir Effendy.
Tak hanya itu, nama Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka yang disebut berpeluang menjadi cawapres jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan batas usia capres cawapres menjadi 35 tahun, juga masuk bursa.
