Canda Prasetyo Edi ke Anies: Saya seperti Umar bin Khattab

Pemprov DKI Jakarta menggelar rapat bersama Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018.
Rapat ini dimulai sekitar pukul 11.50 WIB dipimpin Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Dalam rapat, Prasetyo memberikan kesempatan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyampaikan intisari KUA-PPAS dan program-program prioritas lainnya.
"Kita ingin masalah yang menahun bisa kita bereskan. Misal perkampungan kumuh, miskin, yang sudah ada lama sekali perlu serius dibereskan. Kita ingin Jakarta jadi kota yang warganya hidup di kampung yang bersih, sehat, segar," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (6/11).
Usai menyampaikan sambutannya, Anies memohon pamit kepada seluruh anggota rapat untuk meninggalkan ruang rapat Banggar. Prasetyo yang juga Ketua Banggar kembali memimpin rapat. Politikus PDIP itu menyebut, Anies dan Sandi tidak bisa ikut rapat selanjutnya.
"Pak Anies mungkin ada kegiatan lain dengan Pak Wagub. Sekalian salat ini, jadwalnya salat," ucap Prasetyo.

Prasetyo sempat berkelakar dirinya berbeda dengan Anies dan Sandi. Prasetyo mengibaratkan dirinya seperti salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab.
"Kalau ini kita ini Umar Bin Khattab. Bajingan yang jadi orang bener, ini gue ini. Makasih Pak Gubernur dan Wakil Gubernur, saya persilakan," lanjut Pras lalu tertawa.
Tak lama setelah Anies dan Sandi meninggalkan ruangan, rapat diskorsing beberapa menit. Rapat dimulai kembali sekitar pukul 12.30 WIB. Pemaparan KUA-PPAS dilanjutkan oleh Sekretaris Daerah DKI Saefullah lantaran Anies dan Sandi harus menghadiri rapat pimpinan mingguan di Balai Kota.
Sebagaimana diketahui, APBD 2018 direvisi oleh Pemprov DKI untuk memasukkan program yang menjadi janji kampanye Anies-Sandi agar bisa direalisasikan pada tahun 2018. Nilai anggaran untuk akomodir janji kampanye itu mencapai Rp 7,9 triliun. Berikut rincian kisarannya:
1. OKE OCE anggaran menjadi Rp 92 miliar
2. DP Rp 0, ini terkait dengan penyediaan rumah dan tanah sebesar Rp 800 miliar
3. Penataan kampung Rp 10 miliar
4. KJS Plus Rp 100 miliar
5. Stadion, bioskop, dan budaya Rp 4 miliar
6. KJP Plus Rp 4 triliun
7. Transportasi Rp 769 miliar
8. Pasar dan pangan Rp 897 miliar
9. Urusan sampah Rp 5 miliar
10. Urusan perempuan Rp 680 miliar
11. Tata kelola air Rp 196 miliar
12. Difabel Rp 13 miliar
13. Smart city Rp 49 miliar
14. TDOPP Rp 28 miiar
15. Manajemen risiko Rp 4 miliar
16. Operasional RT/RW Rp 217 miliar
