Canda Susi Soal Ikan Koi, PDIP, dan Golkar

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Susi Pudjiastuti (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Susi Pudjiastuti (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Pameran Ikan Hias Internasional (2nd Indonesia Ornamental Fish & Aquatic Plant Show) Nusantara Aquatic (Nusatic) 2017 telah memasuki hari ketiga sekaligus penutup dari seluruh rangkaian acara. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti secara khusus hadir di penutupan acara, Minggu (3/12).

Dalam acara ini, Susi turut memilih pemenang utama dari tiga finalis kompetisi ikan hias. Ketiga finalis memiliki ikan koi dengan warna berbeda-beda. Ada kontestan yang memiliki ikan koi merah putih, kontestan lain ikan koinya warna kuning, kontestan satu lagi memiliki ikan koi merah hitam.

Akhirnya pilihan Susi jatuh pada seorang kontestan asal Medan yang mempunyai ikan koi berwarna merah putih.

Susi berseloroh, dirinya memilih ikan koi merah putih karena seperti bendera Indonesia, sementara ikan koi milik kedua kontestan lainnya mirip bendera partai politik.

"Karena jika merah putih itu melambangkan Indonesia. Sedangkan dua yang lainnya berwarna kuning seperti Golkar, dan Merah-Hitam seperti PDIP, kan kita tidak sedang memilih partai. Tapi semuanya bagus," ujarnya di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang, Minggu (3/12).

Susi mengatakan, pameran ini harus menjadi langkah untuk bisa mengurangi depedensi Indonesia terhadap Singapura terkait dengan pemasaran ikan hias. Perlu diketahui, lebih dari 50% ikan hias Indonesia diekspor ke Singapura dan dijual kembali ke negara-negara lain dengan harga berkali lipat lebih mahal.

"KKP siap mendukung semua kegiatan Nusantara Aquatic dan seluruh asosiasi lainnya. Kami terbuka juga untuk menerima forum bisnis setiap bulan dengan KKP, terkait pengembangan industri, pameran, maupun marketing," tandas Susi.

Bahkan, jika ada masalah dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang mahal, akan turut diselesaikan oleh KKP untuk memfasilitasi para stakeholder.

Sementara itu Ketua Umum Nusantara Aquatic, Sugiarto Budiono, mengatakan jumlah peserta meningkat menjadi 2900 peserta dibandingkan tahun lalu. Ia menargetkan angka ini kembali naik di 2018 dan mengadakan acara di 3 hall sekaligus.

Ia juga mengatakan, ikan hias di Indonesia ditargetkan menjadi pengekspor nomer 1 dunia di tahun 2021.

Perlu diketahui, saat ini Indonesia berada di posisi 5 sebagai pengekspor ikan hias dengan nilai ekspor 24,64 juta dolar AS. Sedangkan Singapura menempati posisi teratas dengan nilai ekspor 42,97 juta dolar AS. Padahal, Singapura tak memiliki sumber daya untuk perikanan dan hanya mengimpor dari Indonesia.

"Salah satu faktornya adalah karena mereka hub (penghubung maskapai penerbangan) jadi mudah untuk transfer ke mana saja. Tapi kami yakin bisa menggantikan posisi itu," katanya kepada kumparan (kumparan.com).

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah melalui KKP dan mengharapkan persatuan dari para stakeholder ikan hias untuk mewujudkan target ini.