Cangkul hingga Ember Disita Polisi Terkait Kasus Mayat Sekeluarga di Indramayu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kepolisian saat menyegel dan mengunci rumah penemuan 5 mayat yang masih satu keluarga di Jalan Siliwangi Kabupaten Indramayu, Selasa (2/9/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kepolisian saat menyegel dan mengunci rumah penemuan 5 mayat yang masih satu keluarga di Jalan Siliwangi Kabupaten Indramayu, Selasa (2/9/2025). Foto: kumparan

Polisi menyita sejumlah barang bukti terkait kasus penemuan mayat satu keluarga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kelima mayat tersebut ditemukan terkubur dalam satu lubang di bawah pohon nangka di rumah mereka di Jalan Siliwangi, Kelurahan Paman, Kecamatan Indramayu, Senin (1/9).

“Barang bukti yang kita amankan sementara yaitu satu buah cangkul, ember kecil, satu sprei warna biru dengan bercak darah, dan satu terpal warna biru juga terdapat bercak darah,” kata ‎Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, di kantornya, Selasa (2/9).

Tarno bilang pihaknya menerima informasi penemuan mayat tersebut pada pukul 17.00 WIB. Awalnya warga melaporkan bau busuk menyengat dari rumah tersebut.

"Saat tiba di lokasi, ditunjukkan gundukan tanah di belakang rumah. Setelah digali, ditemukan lima jenazah terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak,” tutur Tarno.

Kasi Humas polres Indramayu AKP Tarno saat memberikan keterangan terkait penemuan lima mayat yang dikubur dalam satu lubang di rumahnya di Jalan Siliwangi Indramayu, Selasa (2/9/2025) Foto: kumparan

Diduga korban merupakan satu keluarga, namun identitasnya belum diketahui. Begitu juga dengan ada atau tidak barang berharga korban yang hilang.

"Untuk identitas lengkapnya sedang didalami, namun diduga kelima jenazah tersebut adalah satu keluarga yang menempati rumah dengan alamat tersebut," ujarnya.

Sebanyak lima saksi telah dimintai keterangan terkait kasus ini. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

‎“Untuk luka-luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara,” tutur Tarno.