Capres Antikorupsi Ekuador Ditembak Mati saat Kampanye

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tersangka pembunuhan calon presiden Ekuador Fernando Villavicencio ditangkap setelah serangan di Quito, Ekuador, Rabu (9/8/2023). Foto: STR/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka pembunuhan calon presiden Ekuador Fernando Villavicencio ditangkap setelah serangan di Quito, Ekuador, Rabu (9/8/2023). Foto: STR/AFP

Capres Ekuador, Fernando Villavicencio, ditembak mati pada Rabu (9/8). Sempat dirawat, Villavicencio kehilangan nyawa akibat luka yang dideritanya.

Penembakan terhadap Villavicencio terjadi saat sedang kampanye di sebelah utara ibu kota Quito.

Dalam video yang viral, penembakan terjadi saat Villavicencio memasuki mobil seusai kampanye. Setelah pintu mobil ditutup, rentetan tembakan terjadi.

"Terduga pelaku, yang terluka akibat baku tembak dengan anggota keamanan, sudah ditangkap dan dipindahkan karena menderita cedera parah, ke unit kejaksaan di Quito," kata kantor kejaksaan setempat seperti dikutip dari Reuters.

Capres Ekuador, Fernando Villavicencio. Foto: Rodrigo Buendia/AFP

"Sebuah ambulans dari kantor pemadam kebakaran mengkonfirmasi adanya kematian, polisi sedang berupaya mengumpulkan mayat," sambung dia.

Selain pembunuhan, kantor partai Villavicencio, Movimiento Construye, juga diserang kelompok bersenjata.

Pemandangan umum rumah sakit tempat calon presiden Fernando Villavicencio diambil setelah ditembak pada rapat umum di Quito, Ekuador, Rabu (9/8/2023). Foto: Galo Paguay/AFP

Sampai sekarang baik kepolisian maupun Kemendagri Ekuador masih bungkam terkait detail kematian Villavicencio.

Semasa hidup Villavicencio dikenal sebagai tokoh antikorupsi di Ekuador. Ia juga memerangi aksi penggelapan pajak.

Villavicencio dikenal pula sebagai salah kritikus vokal eks Presiden Rafael Correa. Atas aksinya itu Villavicencio sempat dipenjara 18 bulan atas tuduhan pencemaran nama baik.