Cara Kaesang Sindir Aksi Kartu Kuning untuk Jokowi

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Meme Kaesang (Foto: Instagram/@kaesangpangarep)
zoom-in-whitePerbesar
Meme Kaesang (Foto: Instagram/@kaesangpangarep)

Putra bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep kembali membuat meme nyeleneh untuk kakak sulungnya Gibran Rakabuming.

Berbeda dengan meme sebelumnya, kali ini Kaesang menyindir soal kartu kuning mahasiswa UI yang ditujukan kepada Jokowi saat menghadiri Dies Natalis UI ke-68 pada Jumat (2/2). Candaan Kaesang itu diunggah pada akun Instagram pribadinya @kaesangpangarep pada Sabtu (3/2).

Kaesang menanggapi kartu kuning untuk ayahnya dengan santai. Dia malah membuat meme kartu kuning sekaligus memasarkan bisnis barunya bersama anak-anak muda di Semarang bernama Madhang.id.

Madhang.id merupakan marketplace makanan rumahan yang menampung beragam kreasi masakan ibu rumah tangga dan pedagang kaki lima.

instagram embed

"Heh Mas Gibran Madhang (makan) dulu sana, tak kartu kuning loh," tulis kaesang dalam meme sambil membawa kartu kuning layaknya wasit di permainan sepak bola.

"Yoo Sang tak Madhang (iya Sang, aku makan)," balas Gibran dalam foto tersebut.

Dalam unggahan itu, Kaesang memberikan keterangan,"Ayo mas @chillipari harus makan lewat aplikasi @madhang.id dulu sebelom saya kartu kuning. Perut saya kok gitu banget ya," tulis Kaesang.

Melihat unggahan Kaesang itu, banyak warganet yang memberikan komentarnya.

"Kocak! Bukannya baper malah dibikin meme, astaga sangpisang," ujar akun @loviachristyn.

"Dulu kecebong bisa jadi kaos sekarang yellow card bisa buat pemasaran, bener-bener kreatif anak bapak presiden yg satu ini. Makin cinta saja," kata akun @denizazah.

instagram embed

Sebelumnya, seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia mengacungkan kartu kuning sesaat setelah Presiden Joko Widodo merampungkan pidatonya di acara Dies Natalis UI ke-68 pada Jumat (2/2).

Diketahui mahasiswa tersebut adalah Ketua BEM UI 2018 bernama Zaadit Taqwa yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Kartu kuning dari Ketua BEM UI untuk Jokowi (Foto: Dok. BEM UI)
zoom-in-whitePerbesar
Kartu kuning dari Ketua BEM UI untuk Jokowi (Foto: Dok. BEM UI)

Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Averous Noor Esa, menyebut aksi Zaadit mengangkat kartu kuning sebagai bentuk peringatan dari mahasiswa.

"Di dalam Balairung memang gimmick-nya kita mengeluarkan kartu kuning untuk Jokowi. Kenapa kartu kuning? Ini peringatan untuk Jokowi. Karena sudah melakukan beberapa pelanggaran," kata Averous saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Jumat (2/2).

Menurut Averous, pelanggaran tersebut meliputi fenomena gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua, usulan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo soal jenderal dari Polri yang bakal menjadi Penjabat Gubernur dan peraturan baru oleh Permenristekdikti tentang Organisasi Mahasiswa yang dinilai membatasi kegiatan mahasiswa.

Menanggapi aksi tersebut, juru bicara Presiden Jokowi, Johan Budi, memastikan Jokowi tidak tersinggung.

"Terhadap aksi ini Presiden Jokowi biasa saja, tidak tersinggung," kata Johan Budi.

Johan menambahkan, Jokowi sebenarnya telah menjadwalkan bertemu dengan Ketua BEM UI setelah rangkaian acara selesai. Namun rencana tersebut harus dibatalkan lantaran terjadi aksi protes dengan kartu kuning itu.

"Sebenarnya sudah dijadwalkan Presiden menerima Ketua BEM selepas acara, karena katanya ada yang mau disampaikan dari BEM UI kepada Presiden. Tapi, tidak tahu tiba-tiba saat acara di dalam (Balairung UI), ada mahasiswa yang mengacungkan buku berwarna kuning. Dari penjelasan yang ada, itu buku isinya lagu-lagu," tambah Johan.