Cara Napi di LP Perempuan Denpasar Curi Disinfektan Lalu Oplos Nutrisari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perdagangan manusia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perdagangan manusia. Foto: Shutterstock

Kalapas Perempuan Klas II A Denpasar Lili tak menyangka, strategi mencegah penularan COVID-19 di lapas justru melahirkan petaka. Cairan disinfektan untuk menghindari virus corona malah dijadikan bahan untuk mabuk-mabukan oleh narapidana.

"Kita tahu dalam kondisi COVID-19, protokol kesehatan juga harus dijalankan di Lapas. Kalau warga binaan kami kena COVID-19 kami juga yang salah, " kata dia kepada wartawan, Jumat (11/6).

Dia mengatakan, mencegah penularan COVID-19, napi diinstruksikan untuk menyemprot cairan disinfektan di kamar setiap hari. Bersih-bersih ini diawasi oleh petugas lapas. Menurut Lili, warga binaan diam-diam mencuri dan menyembunyikan sisa cairan disinfektan. Diduga para napi itu menggunakan plastik yang disembunyikan.

Bermodal Nutrisari yang dijual di koperasi Lapas mereka lalu mengoplos dan saling berbagi selama dua hari. Tanpa disangka oplosan itu justru membuat 1 orang teman mereka kehilangan nyawa.

"Kami setiap hari mengawasi mereka membersihkan kamarnya dengan disinfektan itu, tapi yang namanya mereka sembunyi-sembunyi mencuri untuk mendapatkan itu, sisa-sisa disinfektan untuk membersihkan kamar,"kata dia.

Atas peristiwa ini, 21 warga binaan Lapas Perempuan Denpasar dilarikan ke RSUP Sanglah. Satu orang di antaranya meninggal dunia dan satu orang masih kritis. Lili berjanji memperketat proses pembersihan kamar warga binaan dengan disinfektan untuk mencegah kejadian sama.