Cara Pemprov DKI Dukung Pemerintah Pusat lewat Program Gerebek Sampah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan di Sinergi Menuju Indonesia Bersih (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan di Sinergi Menuju Indonesia Bersih (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam menangani masalah pengelolaan sampah. Bahkan, pemerintah pusat kini menargetkan bisa mengurangi sampah hingga 30 persen dan sampah plastik laut hingga 70 persen di tahun 2025.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Anies Baswedan mengaku pihaknya akan ikut mendukung komitmen tersebut di Ibu Kota.

"Komitmen ini di Jakarta akan kita lakukan dengan serius," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (30/1).

Menurut Anies, tiap harinya ada sekitar 7 ribu ton sampah yang dihasilkan di Jakarta. Untuk menangani hal tersebut, Anies menjelaskan setiap harinya ada tim pasukan oranye yang bertugas berkeliling membersihkan sampah.

Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Selain itu, ia juga menggagas gerakan bersama membersihkan sampah yang diberi nama Gerebek Sampah yang memanfaatkan peran aktif masyarakat. Gerakan tersebut sudah mulai dilaksanakan, salah satunya di anak Kali Krukut, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (28/1) lalu.

"Saya dan teman-teman ikut bersihkan sampah anak Kali Krukut. Kita turun ke sungai. Itu sebenarnya bukan sungai besar, tidak lebih dari sebuah tempat aliran air pembuangan rumah tangga. Petugas kita membersihkan, tetapi dalam 2-3 jam sungainya kotor lagi," cerita Anies.

Anies berharap Gerebek Sampah ini dapat menjadi gerakan untuk meningkatkan kesadaran warga, mengubah mindset agar tidak membuang sampah sembarangan serta memanfaatkan sampah pembuangan rumah tangga.

"Berharap program ini tidak hanya menyentuh sisi hilir, tapi juga sisi hulunya. Upstream how we manage our life, our goods, our residual what we often called as waste," tambahnya.

Program gerebek sampah Danau Sunter (Foto: Iqbal/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Program gerebek sampah Danau Sunter (Foto: Iqbal/kumparan)

Penanganan masalah sampah di Jakarta juga turut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, World Bank, serta Duta Besar Norwegia Vegard Kalee dan Duta Besar Denmark Rasmus A. Kristensen.

"Khusus di DKI ini, kita menyusun program bersama dengan Pemda DKI dan Dinas Kebersihan, secara spesifik melakukan assessment mengenai plastik yang ada di sungai-sungai di Jakarta," ujar Deputi Bidang Kedaulatan Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman Havas Oegroseno.

Havas menambahkan, kerja sama penanganan sampah dengan Pemprov DKI ini dibutuhkan untuk memperkuat kebijakan terkait, tata kelola, insentif, serta membuka peluang investasi dan kemintraan di tingkat nasional dan internasional.