Cara Pemprov DKI Tekan Jumlah Overpopulasi Kucing Liar di Jakarta

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta terus berupaya menekan overpopulasi kucing liar di Jakarta.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Hasudungan Sidabalok mengatakan hingga tahun 2025 estimasi populasi kucing liar di Jakarta sekitar 860 ribu ekor.
Namun jumlah tersebut masih fluktuatif, karena untuk menghitung jumlah pasti kucing liar di Jakarta, Dinas KPKP juga harus menghitung jumlah kelahiran, kematian, hingga jumlah kucing-kucing liar yang sudah disteril serta divaksin rabies.
"860 Ribu, tapi ini fluktuatif ya, sama seperti manusia. Manusia juga kan ada yang lahir, ada yang meninggal, ada yang apa," ujar Hasudungan saat dikonfirmasi kumparan, Senin (6/7).
"Itu berdasarkan estimasi, kita berdasarkan hasil vaksinasi rabies, gitu lho, pendataan kita. Ya sama seperti manusia, mungkin seharinya ada yang meninggal, ada yang lahir, kan gitu. Kucing juga begitu, fluktuatif. Tapi estimasinya seperti itu, gitu. Kalau itu kan dinamis sekali, bergerak, gitu,"
Bantah Relokasi Kucing Liar Jakarta ke Pulau Seribu
Ia juga kembali menegaskan, Pemprov DKI tidak berencana untuk melakukan relokasi kucing liar yang ada di Kota Jakarta ke Pulau Seribu. Yang akan dilakukan adalah menertibkan kucing-kucing liar yang ada di Kepulauan Seribu untuk dibangun shelter lalu dirawat.
Pulau Tidung Kecil yang ada di Kepulauan Seribu menjadi satu usulan lokasi untuk membangun Pulau Kucing tersebut.
"Tidak pernah kita ngomong relokasi dari Jakarta. Itu kucing asli sana. Dan itu biasanya 95 persen kucing-kucing liar tidak berpemilik. Nggak ada bahasa kita bawa dari Jakarta. Jangan, itu yang itu juga salah itu. Itu kucing-kucing telantar di sana kita bikin shelter-nya di sana, kita rawat, itu aja. Yang di Pulau Tidung Kecil itu, yang Pulau Kucing, rencana Pulau Kucing. Tidak ada mengungsikan atau membuang kucing-kucing dari Jakarta ke sana,"
Hasudungan mengatakan, program Pulau Kucing tersebut masih merupakan wacana. Karena harus ada kajian lebih lanjut dengan pegiat lingkungan serta ahli dari universitas.
"Dan itu masih wacana, gitu lho. Dan kita sudah ada kajian juga dari IPB gitu loh terkait dengan ini-nya, strateginya. Gitu, strateginya di itu apa namanya, pengendalian kucing-kucing liar di sana," ungkapnya.
Saat ini DKPKP terus menggencarkan pengendalian kucing-kucing liar tersebut dengan rutin melakukan program TNR (Trap, Neuter, Release).
“Sudah bisa karena kita rutin lakukan steril gratis,” kata dia.
Sebelumnya pada tahun 2017, jumlah populasi kucing liar di DKI Jakarta mengalami overpopulasi mencapai lebih dari 700 ribu ekor. Dan pada tahun 2024 tercatat jumlah populasinya bertambah mencapai 860 ribu ekor.
Tak sedikit dari kucing liar tersebut mengalami kekerasan akibat berkeliaran di jalan bahkan ada juga yang terjangkit virus dan berbagai macam penyakit lainnya yang dikhawatirkan dapat menular ke manusia atau hewan lainnya.
Namun hal tersebut dapat dikendalikan DKPKP DKI yang secara rutin menyelenggarakan program sterilisasi kucing gratis, khususnya untuk kucing lokal/domestik.
Jadwal, lokasi, dan kuota sterilisasi diadakan berkala berdasarkan wilayah (Suku Dinas) Jakarta. Program ini diprioritaskan untuk mengendalikan populasi hewan dan mencegah penyebaran penyakit.
Catatan Redaksi: Berita ini mengalami perubahan judul dari sebelumnya Jakarta Berhasil Tekan Overpopulasi Kucing: Per 2026 Tinggal 1.000 Ekor menjadi Cara Pemprov DKI Tekan Jumlah Overpopulasi Kucing Liar di Jakarta. Redaksi memohon maaf atas kekeliruan tersebut.
