Cara Suharno Hibur Anak-Anak: Lewat Sulap, Nyanyian, dan Tebakan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suharno (berkostum badut) dan anak-anak di Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (11/8). (Foto: Fachrizal Helmi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suharno (berkostum badut) dan anak-anak di Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (11/8). (Foto: Fachrizal Helmi/kumparan)

Selama 15 tahun menekuni profesi sebagai badut panggilan, Suharno banyak melakukan trik untuk menghibur anak kecil yang sedang menyaksikan atraksinya.

Meski kini sudah berpengalaman sebagai badut selama belasan tahun, Suharno mengaku tidak mudah bagi dirinya memainkan peran seorang badut di awal karier.

"Awalnya grogi juga, dikatain anak-anak karena suka grogi, dulu suka demam panggung. Tapi lama-lama bisa," ujar pria yang akrab disapa Harno ini saat berbincang dengan kumparan, Sabtu (28/7).

Ketika kumparan mengikuti kesehariannya menjadi badut panggilan di Panti Yatim Indonesia, Jakarta Selatan, Harno memulai persiapannya sebagai badut dengan merias wajahnya sendiri.

Suharno sang badut sedang bersiap mengenakan kostum. (Foto: Fachrizal H/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suharno sang badut sedang bersiap mengenakan kostum. (Foto: Fachrizal H/kumparan)

Di saat Harno sedang merias wajahnya, ia tampak diperhatikan oleh sekelompok anak-anak yatim setempat. Meski begitu, Harno tetap merias wajahnya dengan senyuman.

Tak jarang anak-anak itu menggoda Harno dengan memanggilnya “Ada badut tuh, ada badut,” Beberapa di antara mereka pun menghampiri Harno dan memotret dirinya dari jarak dekat. Selesai merias wajahnya, ia memasang bantalan yang di bagian perut dan bokong, diikat dengan seutas tali rafia.

Kemudian, Harno mengenakan kostum badutnya dan bersiap memulai acara. Anak-anak panti asuhan itu tampak sudah menanti-nanti penampilan Harno.

“Siapa yang enggak takut badut di sini?” Begitulah cara Harno membuka acaranya. “Badut akan menemani adik-adik di sini bermain sulap dengan Harno badut,” tambahnya.

Penampilan Suharno sang badut saat menghibur anak-anak. (Foto: Fachrizal H/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Penampilan Suharno sang badut saat menghibur anak-anak. (Foto: Fachrizal H/kumparan)

“Badut mau ngasih hadiah, siapa yang mau hadiah?” Mendengar akan diberi hadiah, para anak yatim itu pun langsung bersorak dan bertepuk riuh setelahnya.

Harno memulai permainannya dengan tebak-tebakan. “Buah apa yang luarnya halus, dalamnya kasar? Buah apa hayooo?” ujarnya.

Penampilan Suharno sang badut. (Foto: Fachrizal H/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Penampilan Suharno sang badut. (Foto: Fachrizal H/kumparan)

Harno kemudian memanggil dua orang anak ke depan untuk menjawab pertanyaannya. Namun, sayangnya jawaban kedua anak itu salah.

Harno menghibur kedua anak itu dengan mengajak mereka berdua menyanyikan lagu ‘Balonku’ bersama-sama. Dia lalu memberikan bingkisan cokelat batangan kepada kedua anak itu. Setelah itu, atraksi masuk ke permainan utama. Sang badut menunjukkan kebolehannya dalam memainkan beberapa trik sulap.

Harno mengaku dapat memainkan banyak trik sulap. “Saya bisa memainkan 10 trik sulap, salah satunya meja terbang,” ujarnya.

embed from external kumparan

Harno menunjukkan kepada anak-anak itu beberapa trik sulap, diantaranya: meja terbang, sendok yang dapat dibengkokan, dan kipas patah yang dapat disambung kembali. Anak-anak tampak bahagia menyaksikan aksi sulap Harno.

Setelah 1,5 jam beraksi, Harno menutup acara dan berpamitan dengan para anak yatim. Mereka kemudian berfoto bersama.

Meskipun peluh terlihat melunturkan riasan wajahnya, Ia tidak terlihat letih dan selalu tersenyum dengan ikhlas, karena menghibur anak-anak merupakan pekerjaan yang disenanginya. Ia juga mengaku tidak akan pernah berhenti dari profesi yang telah ditekuninya selama 15 tahun ini.

Ketika ditanya apa harapannya ke depan sebagai badut, ia berujar "Biar sukses, jaya selalu."