Cara Unik Muslim AS Rayakan Ramadhan di Tengah Pandemi Corona

Bulan Ramadhan tahun ini tak lagi sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Pandemi virus corona memaksa umat Muslim di seluruh dunia menjalani ibadah puasa dengan berdiam diri di rumah.
Masjid-masjid ditutup guna mengikis penyebaran virus corona. Begitu pula pasar yang tampak sepi. Tradisi buka puasa bersama pun kini tak bisa diadakan.
Meski demikian, komunitas Muslim di Dearborn, Michigan, Amerika Serikat punya cara tersendiri untuk menjalani Ramadhan di tengah pandemi corona. Mereka mengadakan perlombaan menghias rumah dengan pernak-pernik Ramadhan.
Panitia lomba meminta kepada penduduk Dearborn untuk menominasikan rumah mereka atau tetangga untuk mengikuti lomba hias tersebut. Mereka dapat mengirimkan alamat beserta foto rumah yang telah didekorasi hingga 11 Mei mendatang.
Foto-foto tersebut nantinya akan dibagikan di media sosial dan publik akan memilih sepuluh hiasan rumah terbaik dari setiap distrik. Juri kemudian akan memilih pemenangnya.
Lomba tersebut diinisiasi oleh Razi Jafri yang merupakan seorang pembuat film dokumenter yang juga bekerja untuk Pusat Pelajaran Arab America di Universitas Dearborn-Michigan. Lomba itu terselenggara berkat kerja sama pihak Jafri dengan Dewan Komunitas Muslim Michigan dan Festival Sahur Ramadhan Michigan.
“Perlombaan ini akan membangkitkan semangat positif dan untuk melibatkan para komunitas. Saya sangat senang karena baik Muslim atau pun non-Muslim antusias dengan perlombaan ini. Sejak awal aura positif sudah terlihat dari sini,” ujar Jafri seperti dikutip CNN, Selasa (28/4).
Nantinya, pemenang dari setiap distrik akan diumumkan sebelum Idul Fitri. Setiap pemenang akan menerima sertifikat dan hadiah dari restoran setempat.
Dearborn merupakan wilayah dengan populasi Muslim terbanyak di AS. Fakta itu membuat Jafri terinspirasi untuk merayakan Ramadhan bersama komunitas Muslim di sana, terutama di tengah pandemi virus corona.
“Projek ini sangat cocok untuk perpaduan budaya Muslim dan AS. Karena Muslim Amerika telah menjadi bagian penting dari budaya AS, dan ini adalah hal yang tepat untuk merayakannya,” tandasnya.
Saat ini, negara bagian di AS masih menerapkan imbauan social distancing plus menutup pusat bisnis. Sudah lebih dari 1 juta orang dinyatakan positif virus corona di AS dengan 58.803 meninggal dunia.
