Cara Unik Pedagang Tingkatkan Berat Sapi Kurban: Pakai Jamu

Berbagai upaya dilakukan peternak untuk menampilkan sapi miliknya yang sehat dan prima untuk hewan kurban. Salah satunya dengan memberikan ramuan jamu tradisional pendongkrak stamina sapi.
Hal inilah yang selalu dijalani sejumlah peternak sapi di kawasan Jalan Pakal Surabaya jelang Idul Adha. Mereka punya formula khusus untuk menggemukkan dan menjaga kesehatan sapi kurban.
Selain memberikan jamu tradisional agar sehat, sapi-sapi yang siap dijual untuk dijadikan hewan kurban juga diberikan pijat setiap harinya. Pijat diyakini bisa menghindarkan stress dan membuat sapi lebih tenang dan rileks usai perjalanan jauh dari tempat pembiakannya.
Suyatno, salah satu pemilik sapi mengaku, dirinya dan asistennya sengaja menjadikan rutinitas setiap pagi untuk memandikan dilanjutkan pemijatan pada 16 ekor sapi miliknya.

Menghasilkan sapi kelas berat, Suyatno tidak hanya memberikan pakan rumput biasa. Rumput yang dipilih juga dicampur sari tetes tebu dan sari kedelai.
"Kalau program penggemukannya selama 4 bulan terakhir hingga waktu jelang Idul Adha," tutur dia.
Upaya Suyatno selama ini membuat sapinya memiliki berat rata-rata 500 sampai 800 kilogram, sehingga nilai jual sapi miliknya juga menjadi tinggi.
Formula unik lainnya adalah ramuan tradisional yang diberikan Suyatno pada sapinya. Ramuan ini juga sebagai penunjang nafsu makan sapi. Ramuan tradisional ini berbahan racikan jamu terdiri dari kunyit, jahe, temulawak dan telur. Bahan-bahan jamu yang dikupas kemudian dihaluskan.
"Diblender dulu baru dicampur dengan telur dan air," ungkap dia.
Ramuan ini diminumkan pada sapi dengan jatah per ekor sapi mendapat satu botol jamu yang dikonsumsi setiap bulannya. Selain pemberian jamu, dilakukan pula pemeriksaan berkala agar sapi tidak stres.
